Pagi 08.00
Seperti jadwal semula 6 Juli 2005 saatnya adik-adik kita yang beruntung masuk UI melalui jalur PPKB mendaftar ulang yang akan dimulai sejak pukul 09.00. Tim senat + BPM (Ari&Diyah) brifing di senat untuk menyusun langkah-langkah dalam advokasi mahasiswa PPKB FEUI yang dalam hal ini membutuhkan keringanan Biaya Operasional Pendidikan (BOP). Tim datang sampai Balairung jam sekitar 8.50. Ternyata banyak dari mereka sudah menunggu dari jam 08.00. Dalam hal ini jujur tim datang terlambat untuk dapat memberikan advokasi bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Sampai di Balairung tim senat FEUI langsung banyak dihampiri oleh orang tua ataupun mahasiswa baru PPKB yang membutuhkan informasi mengenai biaya keringanan BOP, akhirnya tim kami pecah dua bagian, yang pertama di pintu depan yang bertugas mengadvokasi mereka yang membutuhkan keringanan, dan tim kedua yang stand by di pintu belakang yang bertugas mengumpulkan mereka telah melalui alur registrasi dan diputuskan mengikuti wawancara di Fakultas, selain itu mereka bertanggung jawab untuk crosschecking kelengkapan dokumen-dokumen yang dibutuhkan: slip gaji orang tua, surat keterangan tidak mampu utk yang ga punya slip gaji, tagihan listrik tiga bln terakhir, dan tagihan telepon (kalo memiliki). hari-H ternyata Tim mendapatkan informasi kalo Admission Fee dibayar hari itu juga padahal brifing terakhir H-1 dengan Bu Felly, AFee dibayar bisa ntar bareng registrasi anak2 yang SPMB. Terus terang aja kita ‘kecewa’ dengan adanya asimetris informasi ini. Kebingungan ini ga cuma terjadi di FE aja, tapi di semua fakultas. Akhirnya dapat disimpulkan kalo sistem penerimaan mahasiswa baru PPKB ini baik pihak fakultas atau universitas ga ada koordinasi yang baik. Selain itu, standarisasi sistematika alur keringanan pun kurang baik, masing-masing fakultas berbeda-beda dan terus terang dari masing2 senat saling memiliki informasi yang berbeda mengenai alur keringanan ini. Apalagi di Teknik, kata Yasir (Ketua BEM FT) di teknik pihak fakultasnya sama masing2 jurusan aja punya cara dan perspektif yang berbeda2 jadi yang ada ‘berantem’ deh!. Tapi walaupun begitu di FE secara umum gw simpulkan proses berlangsung dengan baik, 21 orang berhasil mengikuti proses wawancara dengan 2 orang bebas biaya baik BOP maupun AFee-nya, sisanya mendapat pengurangan biaya dan membayar melalui proses pencicilan dengan rentang waktu yang telah disepakati.
Tapi hal yang perlu dicermati, di atas kertas mahasiswa yang terjaring masuk FEUI melalui PPKB adalah 43 orang (include: Mene, Akun, IE), tetapi di lapangan yang kita daftar dan menurut catatan Tim Senat adalah 32 orang, jadi kemungkinan ada 11 orang yang tidak mendaftar (jumlah yang cukup signifikan!!!!). Ada apa gerangan? Kalo karena ga punya biaya adalah hal yang bahaya, inget masuk UI itu karena orang punya kemampuan akademis yang tinggi, bukan berdasarkan kocek yang gede! Gw belum sempat crosscheck lagi, lagian dekanat belum dapet laporan dari rektorat siapa2 aja yang sudah dan belum mendaftar. Kalo dah ada daftarnya dekanat + Tim senat akan menghubungi mereka yang tidak mendaftar dan akan kita tanyakan alasannya kenapa? kalo karena biaya, kita akan ‘jemput bola’ dan mem-push mereka untuk tetap mendaftar dan menjadi bagian FEUI. Pekerjaan belum selesai man! moga nanti pas pendaftaran mahasiswa dari SPMB punya persiapan dan informasi yang lebih baik.
Siang 14.00
Ngelanjutin Bidding PO OPK:
Calon PO OPK ke-3: Aldha Fourista
Bidding berlangsung agak molor, baru mulai jam 14.30 maklum susahnya ngumpulin 14 orang. Bidding dibreak sampe 2 kali untuk solat ashar & solat magrib. Bidding berlangsung alot, tapi kadang suka menyimpang dari track tema bidding, dan banyak pertanyaan yang kadang ga relevan. Wajar mungkin, sulit menyatukan perspektif yang sama diantara 14 orang, ini namanya "konsekuensi demokrasi" nikmati aja lah dinamika yang ada.
Bidding selesai jam 20.30 dilanjutin sama penghitungan nilai dari semua bidder terhadap para calon. Gw kebetulan yang jadi juru tulis di papan whiteboard. Seperti semula yang gw prediksikan, ada saja nilai-nilai "ekstrim" tapi ga bisa semuanya nih kayaknya bisa gw ceriatin di bloog ini, gw rasa publik FEUI cukup cerdas lah mengamati apa yang terjadi. Seperti kata seorang bijak "politik adalah memainkan segala kemungkinan, yang ngga mungkin kalo perlu dibikin mungkin deh!" Tapi mengapa terkadang terlalu predictable banget!!!! Apologinya, "Democracy cannot satisfy all people!" setiap hasil konstelasi demokrasi pasti ada trade-off, tapi yang perlu dicatat bahwa antara trade-off dan "cacat" demokrasi sendiri seringkali tipis. Semoga kontelasi politik ke depan bisa lebih cantik dan smooth lah!!! Marilah kita semua belajar menuju pendewasaan politik yang lebih baik!
The result:
Congratulation to:
Akbar Gama (Akun ‘02) sebagai PO OPK 2005
Semoga dapat menjalankan amanah dan tanggung jawab dengan baik