4 Juli 2005 “Menjelang Bidding PO OPK”
Sore jam 16.00 gw sebenarnya harus hadir pertemuan dengan BPM brifing terakhir sosialisasi dan penetapan sistematika bidding OPK untuk esoknya, untunglah sebelumnya sempet bicara dengan ketua BPM (Awid) soal usulan gw tentang mekanisme bidding yang mengedepankan transparansi di-approve. Maklum OPK selalu jadi perebutan "lahan" politis. Nilai-nilai "ekstrim" dalam bidding ini ga bisa dipungkiri, saya pun sempet menanyakan bagaimana langkah preventif supaya hal ini tidak terjadi lagi. Namun, hal ini sulit kata Awid setidaknya dengan menampilkan hasil bidding disertai alasan mereka mengapa memberi nilai tersebut pada calon PO OPK merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban terhadap nilai yang diberikannya. Sayang brifing sore itu saya ga bisa datang karena ada pertemuan kadept-kabiro yang akan menjadi bagian kabinet senat ke depan. Saya utus Firman untuk menghadiri pertemuan dengan BPM, hasilnya dia katanya kurang sreg dengan skala penilaian 1-4. Tapi kata BPM kemarin senat sudah menyetujuinya, padahal saya sendiri tidak pernah merasa terlibat pembicaraan membahas interval nilai tersebut. Tapi tak apalah terlanjur sudah ada keputusan. Setidaknya beberapa usulan saya sebelumnya sudah dipenuhi.
Malam senat (saya, Firman, dan Jagat) akan rapat dan brainstorming terakhir membahas draft pre-proposal masing-masing calon PO OPK. Kita janjian jam 11 di suatu tempat, tapi baru ketemu dan membahas sedikit sekitar jam 1 pagi, kita bertiga sudah lelah dan tidak kondusif. Diusulkan rapat di-reses untuk tidur sampe jam 3 pagi. Tapi knapa gw ga ngantuk dan menyelesaikan membaca semua pre-proposal dan ngobrol-ngobrol mengenai hidup, politik, dan kehidupan cinta yang semakin tidak jelas. Jam 4 pagi akhirnya gw tepar juga, rapat jam 3 ga jadi semua kelelahan dan bablas sampe pagi Hahaha…..