4 Juli 2005

Pagi-pagi gw harus ketemu manajer kemahasiswaan nagih janjinya katanya mau melibatkan senat dalam proses advokasi keringanan BOP (Biaya Operasional Pendidikan) untuk anak-anak baru yang masuk lewat PPKB. Tanggapannya positif, gw juga terlibat obrolan yang menyenangkan di pagi hari dengan Bu Felly, lalu dia ngasih usulan draft klasifikasi dan term of reference yang nanti dijadikan bahan pertimbangan berapa besar keringanan yang didapat mahasiswa baru yang kurang mampu. Sempet bingung juga waktu nerimanya, jadi ga bisa kritisi dengan baik, maklum semalem ga sempet konsolidasi lagi sama temen2 ketua senat yang lain se-UI tentang seberapa besar mereka mau berperan dalam proses ini, juga soal usulan draft yang dibuat ‘ala kita yang sempet banyak celah di sana-sini. Untung datang firman sekum gw juga kiki yang kebetulan jadi kadept adkesma, tapi ternyata sama-sama aja mereka ga berkutik karena bingung apa yang mau dikritisi lagi. Dan kita pun sepakat usulan draft yang diusulkan dekanat sudah mencukupi. Kita pun sempet menanyakan bagaimana kalo terjadi mahasiswa PPKB yang tidak mendaftarkan diri pada 6 Juli, kami dari senat mengajukan sistem "jemput bola" kita meminta data dari dekanat nantinya siapa-siapa saja yang tidak mendaftar, dan akan kita hubungi nantinya. Jangan sampai mereka tidak menjadi mendaftar karena alasan finansial. Karena bagaimana pun masuk UI yang harus dikedepankan adalah kemampuan dari sisi akademis adalah segala-galanya, bukan seleksi berdasarkan kemampuan finansial. Selain itu, senat pun menawarkan advokasi negatif yang bertujuan agar orang yang secara ekonomi mampu "Jangan Coba-coba Minta Keringanan" maklum lah moral bangsa yang semakin terpuruk, kadang masih aja ada orang yang tega-teganya mengambil hak yang sebenarnya dapat digunakan untuk orang kurang mampu dan lebih membutuhkan.

"Jangan Takut Masuk UI Hanya Karena Kekurangan Dalam Finansial!!!!"

"Untuk Orang Kaya: Jangan Coba-coba Minta Keringanan Juga, Masih Banyak yang Membutuhkan!!!

Leave a Reply