Pak Tua, Sudahlah!
Masih teringat waktu ikut diskusi dengan beberapa komunitas Liberal dalam membahas buku yang membahas sebuah penalaran manusia. Memang kadang kita harus sekali-kali berpikir keluar mainstream yang sudah ada. Waktu itu memang diskusi menjadi tergeser ke arah yang lebih berat, mencoba menalar ulang alur pikir pemahaman kita akan Islam,yaitu:
Tesis 1: Aqidah-Fiqih-Akhlakul Kharimah.
Islam dimulai dari aqidah, yaitu keyakinan, kemudian dari keyakinan dilaksanakan dalam bentuk praktis yang dibahas dalam fiqih (mulai dari fiqih ibadah, muamalah, etc) kemudian dengan tujuan ber-akhlaqul kharimah, yaitu berperilaku dan bermoral yang baik.
Fakta 1: Tesis 1 sulit untuk berlaku, karena dalam dunia nyata terutama di Indonesia sering tidak terjadi alur Tesis 1 tersebut. Indonesia penduduk hampir 90% agama Islam, toh tapi punya status sebagai negara dengan tingkat korupsi tertinggi. Nyelenehnya lagi Departemen Agama ikut-ikutan masuk institusi terkorup juga, apalagi dana haji ikut-ikut dikemplang. Politisinya yang ngaku bawa nama agama, terutama Islam, toh permainannya sama-sama aja dengan yang tak beragama. Fitnah-fitnahnya, isu-isunya, sikut-sikutannya…apalagi ada partai bersimbolkan simbol Islam, toh kalo kampanye dangdutan juga, sambil ada penyanyi dangdut dengan dandanan eksotis meliuk-liuk. Ga usah jauh-jauh deh, gw pernah kehilangan sepatu di kosan gw, trus gw lapor sama ibu-ibu sekitar situ kalo gw baru keilangan sepatu, padahal itu sepatu gw taruh dalam rumah. Trus hebohlah semua, dan tiba2 datang anak kecil bawa sepatu yang gw cari, dan dia bilang "Ini sepatunya bukan?" "Tadi sama Abah diambil", selidik punya selidik, Abahnya itu adalah imam masjid deket kosan gw, dan juga yang punya kosan gw itu. Sang Abah tidak merasa bersalah sama kelakuannya itu sama sekali. Setelah kejadian itu, terus terang gw ga pernah solat di mesjid itu lagi selama imamnya masih dia. Bagi gw memilih imam dalam solat adalah pelajaran terkecil ketika kita memilih seorang pemimpin. Jadi, apa donk katanya Solat Mencegah Perbuatan Keji dan Munkar" toh imam mesjid udah bangkotan gitu kelakuan juga ga jelas????
Nah, seru kalo Tesis 1 alurnya kita balikin, jadi:
Tesis 2: Akhlaqul Kharimah-Fiqih-Aqidah
Nah kalo ini, versi yang agak liberal dikit. Daripada tujuan sebenarnya ga pernah kesampean, mending tujuannya itu kita dahulukan, berbuat dan bersikap baik, baik untuk diri sendiri, maupun terhadap orang lain. Nah, kalo udah mampu menjadi orang baik, suatu saat pasti kita butuh ritual ibadah atau keagamaan, maka coba deh lakuin tuh ritual. Kalo ritual udah oke buat ngejalaninnya, barulah berkeyakinan…He3…
Fakta 2:
Tulisan ini gw buat karena terus terang gw stres melihat kenyataan yang ada di bumi Indonesia ini, sometimes i’m not believe about religion, religion just about ritualism…
June 28th, 2006 at 8:15 am
Hei…Pak,long time no see…Pa kabar…? BTW ,your posts are interesting…What an idealism…Kagum d gw sama pemikiran elo…
Anyway…Tergoda buat mengomentari post yang ini…Karena gw juga lagi galau sama kehidupan religius gw.Nggak tahu hidup gw mau dibawa ke mana, dan ngerasa banyak pertanyaan tentang hidup yang nggak kejawab.
Nah, pemutarbalikan tesis itu menarik juga..Karena menurut gw,melakukan yang terbaik nggak cuma buat diri elo, tapi buat lingkungan dan orang2 di sekitar elo jauh lebih penting dibanding terlihat taat dengan ritual2 ibadah tapi kosong..Nggak disertai perilaku yang baik sesuai ajaran agama…Furthermore…I do believe that God’s fair..Jadi gw punya keyakinan bahwa penilaian-Nya atas hidup seseorang akan tidak hanya terbatas pada ketaatan kita ngejalanin ritual2 ibadah…
June 28th, 2006 at 8:25 am
Sejak kapan orang liberal membicarakan Akhlaqul karimah???
Akhlak yg gmana sih..kasih contoh dong ma Gwe….
Aqidah is number 1, teori lo aneh..luapan stress yg terlalu dipaksakan,,tidak dianalisa lebih mendalam, contoh2 yang gak logis, terlalu emosional..
gak nyangka Gaffari kayak gini…
June 29th, 2006 at 1:05 am
Ha..ha…ada2 aja lu…
kalopun akhlaq udah bener, tapi aqidahnya alias keyakinannya ga ada..itu sih percuma..amal2 kebaikannya ga akan diterima..iya toh??!!!(what’s a pitty!!)
Tiap orang pasti ada khilaf.. itu sih kebetulan aja si pelakunya orang2 yg jd sorotan publik..masih banyaaak org2 beragama (ngakunya..) yg kelakuannya lebih parah dari itu.
Makanya bos..pake 3M aja.. Mulai dari DIRI SENDIRI..Mulai dari hal yg kecil..Mulai saat ini.
July 1st, 2006 at 6:24 am
sometimes i’m not believe about religion, religion just about ritualism…(Gaffari,Juni 2006)
Klo gw gak salah…sudah 2 artikel di blog ini yang menyatakan klo terkadang lo ngeraguin agama.
What’s going on?
Berarti lo belom yakin klo kenikmatan yang lo rasakan sekarang adalah karunia tuhan.Mungkin saja lo berfikiran klo kesuksesan yang lo raih selama ini adalah berkat usaha lo semata.Be carefull man!
Pantesan selama ini lo sering banget merasa stress dan gelisah….karena lo ragu akan pertolongan tuhan
Untung lo masih diuji dengan kesuksesan…klo lo suatu saat diuji dengan kesusahan…entahlah…
Hidup ini penuh dengan ujian
berdasarkan cerita lo…seorang imam yang menjadi tersangka pencurian itu…Dia juga sedang di uji oleh tuhan…ternyata keimanan dia pun belum tercapai….mungkin saja setelah kejadian itu dia sadar…dan menyuruh anaknya mengembalikan sepatu lo.Sombong sekali diri lo gaffar….sejak bapak itu lo jadiin tersangka…lo gak mau sholat berjamaah lagi ma dia…pemimpin macam apa lo ini…klo lo masih seperti ini…gw harap lo gak pernah jadi pemimpin…hanya akan bikin kerusakan saja.Lagian lo gak melihat dengan mata kepala sendiri klo bapak itu yang ngambil…Masih untung sepatu lo kembali….
Masa gara-gara kehilangan sepatu saja…lo menyimpan dendam pada bapak itu (dengan tidak mau lg sholat berjamaah dengannya…mana ciri2 pemimpin yang pemaaf. Jujur saja gw gak rela ada pemimpin seperti lo….terlalu angkuh dan sombong…
Gw harap sebelum lo memahami banyak buku….pahami dulu Al-Quran….jangan cuman baca aja…tapi resapi artinya