Archive for July, 2006

Hidup Kadang Tidak Adil….

Monday, July 10th, 2006

Entah hidup di FEUI ini terlalu rumit atau kita sendiri yang merumitkan diri. Mungkin lo..lo..pada yang udah tingkat 4 paling tau gimana "sakit"nya ngerjain skripsi or tugas akhir lo. Skripsi lo dengan segudang metodologi, pendekatan, ide-ide, download2 jurnal, nge-run data-data bla..bla..and de bla….Tentu aja untuk mencapai hal itu, kadang lo ga bisa menjalani hidup lo secara "normal", bisa jalan ke mall, nonton film-film teranyar di bioskop, or larut nuansa kehidupan malam di jakarta di akhir minggu. Yah, paling seru emang denger orang2 curhat tentang perjuangannya masing2 untuk menyelesaikan skripsi. Suatu hari, ada hal yang bikin gw ngerasa "Jeger", bermula kisah salah satu mahasiswa di univ swasta (ga usah disebut lah ya, ga etis) cerita tentang skripsinya, dan kebetulan juga anak ekonomi, dia cerita itu mgkn karena ketemu kita2 yang berpasang tampang rumus dengan dahi berkerut2 memikirkan metode apa yang bakal di pake lagi, alhasil sang dosen secara implisit membuat kita mengharuskan ber"otodidak" dalam membuat skripsi. Berikut perbincangannya (merupakan hasil cerita teman gw berinisial "L" anak FEUI):

anak swasta (AS) : Lo bikin skripsi apa sih?

L (anak FEUI) : gw lagi coba nge-run data produksi biaya BBM untuk tahu peran Pertamina pake Computable General Equilibrium alias CGE nih?

AS : buset, apaan tuh?

L : CGE itu loh? (bingung juga jelasinnya)

AS : Lo ngitung pake software apaan?

L : pake Gempack, biasanya temen2 gw pake E-Views or SPSS.

AS : E-Views dan SPSS itu apaan?

L : ????? (katanya anak ekonomi kok gak tau), emangnya lo tulis tentang apa?

AS : Tentang faktor2 yang mempengaruhi performance perusahaan asuransi

L : Variabelnya apa aja?

AS : Cuma satu sih, mengukur pengaruh jumlah SPG (sales promotion girl) dengan tingkat kinerja perusahaan asuransi.

L : Hah, cuma satu variabel? Trus ngitungnya pake apaan?

AS : Pake rumus, diitung manual aja…

L : Hah….itung manual?

Setelah itu, sambil melamun di depan laptop dan segunung paper dari jurnal dan hasil print-an run data sang "L" merenung:

"Hidup di FEUI ini terlalu rumit, atau kita sendiri yang merumitkan diri?"

Pesan dari Gw: Iya, "L" hidup ini kadang tidak adil? Hahahaha….

Untuk anak FEUI 2002 buat yang lagi skripsi, Ingat deadline tanggal 14 Juli 2006, pastikan semua persyaratan di Birpen sudah diselesaikan, foto 4×6 lima biji, dan yang pasti draft akhir skripsi lo harus dah ditandatanganin sama PS lo…good luck for all!

Negara antara Scope and Strength

Monday, July 10th, 2006

Diskusi awal mengenai peran negara bermula pada waktu diskusi mengenai bukunya Francis Fukuyama  "Nation State" di Freedom Institute. Di situ memperdebatkan seberapa besar wilayah publik di mana pemerintah "berhak" untuk turut campur bahkan mengaturnya. Ini masuk dalam kategori "Scope". Sedangkan untuk "Strength", seberapa besar kekuatan pemerintah untuk menegakkan berbagai rule yang sudah dibuat. Gw sendiri cenderung "bosan" dengan perdebatan2 terutama ketika pemerintah dan DPR mulai mendiskusikan beberapa Rancangan Undang-Undang mengenai hal apapun. Beberapa minggu ini, acara Today’s Dialouge di Metro TV ga ada abis2nya membahas isu mengenai UU atau Perda mulai dari berbau syariat Islam sampai APP. Masing2 pihak punya argumen, gw kira mereka merasa punya kebenaran dari sudut pandangnya masing2. So, ga bakal ketemu gitu dua pihak yang selalu beradu argumen tersebut. Gw nulis ini coz gw ditugaskan dept IE FEUI buat ikut memberi masukan buat RUU No.34 tentang Ibukota negara, "membosankan". Benar apa yang dikatakan Francis Fukuyama, negara tidak akan efektif jika terlalu melebarkan "Scope"nya tanpa mampu meningkatkan "Strength"nya. Ada hubungan kausalitas di sini, semakin besar Scope maka semakin memperkecil Strength-ya, sebaliknya, semakin kecil Scope maka semakin besar Strength-nya. kalo buka situs www.dpr.go.id di situ ada sekitar 57 RUU yang lagi dibahas. Ngapain coba? Menurut gw semua RUU atau UU yang sudah dibuat akan cenderung jadi "basi" selama pemerintah tidak memperkuat Strength-nya, penegakan hukum or law enforcement-nya. Coz kesimpulan gw untuk kasus Indonesia terjadi kasus dengan thesis terlalu besar Scope tapi kurang Strength. So, pembahasan, perdebatan yang sampe membuat mulut para "wakil rakyat" berbusa hanya mengalir gitu aja dan menjadi mubazir selama Strength pemerintah tidak berhasil diperkuat. Hal ini dibuktikan dengan indikator "Government Effectiveness" Indonesia yang masih dikatakan rendah. Jadi, kalo denger di TV tentang ribut2 RUU APP, RUU bla, RUU bla, and RUU de bla…cukup ditanggapin dengan senyum kecut aja atau banting aja itu TV-nya. So, coz semua cuma bakal jadi "remeh-temeh" kehidupan di negeri ini, selama segala sesuatu bisa dibayar dengan "uang", buat apa? Tanya kenapa?

Sebuah Renungan dari Bali

Saturday, July 8th, 2006

Kisah suatu malam di Bali, di tengah malam dengan tidak jelas mau ngapain akhirnya cuma duduk-duduk bertiga di selasar pantai Kuta. Dari sekian lama berdiskusi di situ, baru sadar kalo Bali sekarang sepi, atau bisa dibilang kedatangan wisatawan asing meurun drastis setelah peristiwa Bom Bali II. Hasil pembicaraan dengan orang Bali di sana, secara statistik sebelum peristiwa Bom Bali wisatawan asing per tahunnya bisa mencapai 5 juta orang per tahun, sekarang hanya sekitar 1 juta orang per tahunnya. Sebuah angka penurunan yang drastis memang. Coba aja check deh di tabel data CEIC dari Bank Indonesia, bisa dilihat data-data kayak kategori : (Visitors Arrivals: Annual:

Bali) secara grafik setelah tahun 2003 menunjukkan adanya trend yang semakin menurun. Jangankan wisatawan asing mau menuju ke Bali, untuk transit di Bali aja kayaknya mereka makin enggan, itu bisa dilihat di kategori data (Aircraft Passenger: Transit International: Bali) itu juga menunjukkan trend menurun. Jadi wajar, saat itu gw nonton awal-awal pertandingan Piala Dunia di sana dengan hanya ditemani 2-3 bule aja. Sisanya suasana di malam itu udah kayak kota mati….Well…well…

Setelah itu ga tau kenapa gw selalu ngederin lagu GIGI yang baru, judulnya INDONESIA, kayaknya pas banget menggambarkan Indonesia sekarang. Ampir tiap hari gw selalu dengerin ini lagu, sehari bisa 3 kali, i don’t know why? Nasionalisme gw mungkin lagi berkobar-kobar….Halah…

Indonesia

Song : Armand, Budjana, Hendy, Thomas - Lyrics : Armand Maulana

MENYUSURI PASIR PUTIHMU

KU MERASAKAN KEINDAHANMU

HU..HU..HU..HU…..

DEBURAN OMBAK MENYAPAKU

SEPERTI NYANYIAN MALAM SUNYI

MEMBELAI…

BERTABUR BINTANG

DAN SENYUMAN SANG BULAN PURNAMA

BAYANG RIMBUN KEHIJAUANMU

MENYATAKAN KESUBURANMU

HU..HU..HU..HU…..

DAN SELALU MEMENUHI

PANGGILAN SANG IBU PERTIWI

MENGGETARKAN…

TAPI SEMUA ITU

CERITA YANG USANG

Chorus :

PERJALANANKU INI HANYALAH ILUSI

KATA – KATA KU INI SEBUAH KHAYALAN

JAMRUD KHATULISTIWA TINGGALLAH NAMAMU

KEBESARANMU ITU TELAH DIHANCURKAN

DULU NAMAMU DIHORMATI

DIAGUNGKAN DI MUKA BUMI

HU..HU..HU..HU…..

KEHARUMANMU MENYEBARKAN

KECANTIKAN SANG MAHA KUASA

MEMBANGGAKAN…

TAPI SEMUA ITU

CERITA YANG USANG

Chorus