Sebuah Renungan dari Bali

Kisah suatu malam di Bali, di tengah malam dengan tidak jelas mau ngapain akhirnya cuma duduk-duduk bertiga di selasar pantai Kuta. Dari sekian lama berdiskusi di situ, baru sadar kalo Bali sekarang sepi, atau bisa dibilang kedatangan wisatawan asing meurun drastis setelah peristiwa Bom Bali II. Hasil pembicaraan dengan orang Bali di sana, secara statistik sebelum peristiwa Bom Bali wisatawan asing per tahunnya bisa mencapai 5 juta orang per tahun, sekarang hanya sekitar 1 juta orang per tahunnya. Sebuah angka penurunan yang drastis memang. Coba aja check deh di tabel data CEIC dari Bank Indonesia, bisa dilihat data-data kayak kategori : (Visitors Arrivals: Annual:

Bali) secara grafik setelah tahun 2003 menunjukkan adanya trend yang semakin menurun. Jangankan wisatawan asing mau menuju ke Bali, untuk transit di Bali aja kayaknya mereka makin enggan, itu bisa dilihat di kategori data (Aircraft Passenger: Transit International: Bali) itu juga menunjukkan trend menurun. Jadi wajar, saat itu gw nonton awal-awal pertandingan Piala Dunia di sana dengan hanya ditemani 2-3 bule aja. Sisanya suasana di malam itu udah kayak kota mati….Well…well…

Setelah itu ga tau kenapa gw selalu ngederin lagu GIGI yang baru, judulnya INDONESIA, kayaknya pas banget menggambarkan Indonesia sekarang. Ampir tiap hari gw selalu dengerin ini lagu, sehari bisa 3 kali, i don’t know why? Nasionalisme gw mungkin lagi berkobar-kobar….Halah…

Indonesia

Song : Armand, Budjana, Hendy, Thomas - Lyrics : Armand Maulana

MENYUSURI PASIR PUTIHMU

KU MERASAKAN KEINDAHANMU

HU..HU..HU..HU…..

DEBURAN OMBAK MENYAPAKU

SEPERTI NYANYIAN MALAM SUNYI

MEMBELAI…

BERTABUR BINTANG

DAN SENYUMAN SANG BULAN PURNAMA

BAYANG RIMBUN KEHIJAUANMU

MENYATAKAN KESUBURANMU

HU..HU..HU..HU…..

DAN SELALU MEMENUHI

PANGGILAN SANG IBU PERTIWI

MENGGETARKAN…

TAPI SEMUA ITU

CERITA YANG USANG

Chorus :

PERJALANANKU INI HANYALAH ILUSI

KATA – KATA KU INI SEBUAH KHAYALAN

JAMRUD KHATULISTIWA TINGGALLAH NAMAMU

KEBESARANMU ITU TELAH DIHANCURKAN

DULU NAMAMU DIHORMATI

DIAGUNGKAN DI MUKA BUMI

HU..HU..HU..HU…..

KEHARUMANMU MENYEBARKAN

KECANTIKAN SANG MAHA KUASA

MEMBANGGAKAN…

TAPI SEMUA ITU

CERITA YANG USANG

Chorus

One Response to “Sebuah Renungan dari Bali”

  1. 'm e k a r ' s' Says:

    Waduh…si Gafar. Ga dimana2, tetep aja kritis…
    Kata Indi Barenz & Indra Bekti
    ” BAGUS…BAGUS”
    Renungan dr BALI versi gw :

    “huhu…ga sukses gaet bule ganteng plus pemborosan hidup.
    bUt I cant HardLy wait To go tHere AGAIN…;p ”

    Hemm…Coba orang kaya lo ada banyak ya far
    Pasti SBY bingung…He3

    KeEp 0n EXIST yUps..!!

Leave a Reply