Archive for August, 2006

Stop War!!!!

Sunday, August 6th, 2006

Akhir-akhir ini penyerangan Israel ke Libanon mau tidak mau turut menyita perhatian gw dengan terus mengikuti up-date beritanya di TV atau di Koran. Hmm….sampe gw punya soundtrack sendiri di saat-saat ini yang terus berbunyi nyaring di komputer gw….

PERDAMAIAN (GIGI)

Song : Drs. H. Abu Ali Haidar - Lyrics : Drs. H. Abu Ali Haidar

Perdamaian, Perdamaian 4x

Perdamaian, Perdamaian 4x

Banyak Yang Cinta Damai Tapi Perang Semakin Ramai 2x

Bingung Bingung Ku Memikirnya 4x

Perdamaian, Perdamaian 4x

Banyak Yang Cinta Damai Tapi Perang Semakin Ramai 2x

Wahai Kau Anak Manusia Ingin Aman Dan Sentosa

Wahai Kau Anak Manusia Ingin Aman Dan Sentosa

Tapi Kau Buat Senjata Biaya Berjuta Juta

Tapi Kau Buat Senjata Biaya Berjuta Juta

Banyak Gedung Kau Dirikan Kemudian Kau Hancurkan

Banyak Gedung Kau Dirikan Kemudian Kau Hancurkan

Bingung Bingung Ku Memikirnya 4x

Perdamaian, Perdamaian 2x

Banyak Yang Cinta Damai Tapi Perang Semakin Ramai

Bingung Bingung Ku Memikirnya 4x

Tuhan, Agama, dan Universality of Moralism

Sunday, August 6th, 2006

Penyerangan Israel ke Libanon sedang ramai tersaji dalam berbagai media massa akhir-akhir ini. Sepertinya, peperangan akan kembali menjadi wajah dunia yang tak akan pernah berakhir….Dunia…Dunia…

Ingat pada sebuah buku Clash of Civilization karya Samuel P. Hutington, atau buku lama dengan judul Future Shock karya Alvin Toffler….semua memiliki prediksi di dunia ini pada suatu saat akan terjadi sebuah benturan, baik atas nama budaya, pergerakan atas nama agama, liberalisme, kapitalisme, sosialisme, atau atas nama "Tuhan".

Berbicara masalah Tuhan, paling asik baca buku Sejarah Tuhan karya Karen Amstrong, sebuah buku secara eksploratif menyajikan sejarah pemikiran dan pergulatan manusia mengenai Tuhan.

Lalu apa konsekuensi logis ketika ber-Tuhan, ber-Agama, atau ber-Budaya, terserah itu sifatnya "Samawi" atau "Paganisme". Tentu, semuanya mengundangkan spirit yang sama mengenai universality of moralism. Perdamaian, saling menghormati, tidak saling menyakiti, dan berbagai hal di mana kita secara manusia menginginkan hal-hal yang bersifat kebaikan. Trus, apa konsekuensi logis itu terjadi? Sungguh maaf kalo gw kadang harus bisa bilang "tidak".

There are too many things, kalo boleh gw katakan berbagai kekerasan mengatasnamakan "Agama" atau "Tuhan".

Rangkaian terorisme dan pergerakan radikal mengatasnamakan "Agama" dan menyampaikan pesan "Tuhan" dengan darah, jiwa, korban, dan bahkan air mata. Padahal "Tuhan" sendiri akan tetap memiliki kebesaran tanpa perlu manusia melalukan hal demikian.

Beberapa hal yang kadang membuat gw sulit tertidur di malam hari. Apakah segala permasalahan di dunia ini, krisis ekonomi, pergulatan politik, kesenjangan sosial, kemanusiaan, semuanya hanya sebuah permasalahan marjinal, dan intinya permasalahan yang terjadi di antar negara dunia ini adalah permasalahan "Agama"? Atau mungkin sebaliknya, permasalahan "Agama" dijustifikasi dengan sederetan permasalahan dunia? 

Masih terkait dengan konsekuensi logis yang udah gw utarakan sebelumnya, ber-Tuhan –> ber-Agama –> Universality of Moralism. Dari fase ini, mengapa fase terakhir "universality of moralism" seringkali tidak tercapai? Secara logis, bila ini tidak tercapai, Apakah kita dalam ber-Tuhan, dan ber-Agama tidak dilakukan dengan benar? Masalah ini akan gawat bila terjadi pada orang yang sangat rasionalistik, yaitu bila fase tersebut seringkali terpatahkan, maka orang yang sangat rasionalistik yang sangat mendambakan university of moralism tersebut akan menyimpulkan bahwa kekacauan, kekerasan, ataupun peperangan yang terjadi di dunia ini konsekuensi logis dari manusia tidak melaksanakan dua fase sebelumnya. "Ber-Tuhan dan Ber-Agama." Atau mungkin apakah dua fase tersbut belum efektif, belum optimal, atau sama sekali tidak efektif dan optimal?

Silahkan saja diresapi!

Akhirnya SE juga….Beberapa Skenario Untuk Ujian Kompre

Thursday, August 3rd, 2006

Sidang skripsi plus ujian komprehensif, sebuah ritual yang harus ditempuh seorang mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjananya. Rabu, 2 Agustus 2006 pukul 12.00 WIB ritual itu akhirnya harus gw jalanin, lumayan nervous coz gw tau penguji gw dosen-dosen dengan latar belakang high quantitative and econometrics’ freak. Sebut saja, Anton Hendranata (anak IE cukup gemeteran juga kalo dapet dosen Ekonometrika-nya Pak Anton), Mahyus Ekananda (dosen gw waktu Ekonometrika 2 (Advanced)), kecuali Pak Robert Simanjuntak alias "Bang Robby" (Kadept IE sekaligus PS gw)….Melihat komposisi seperti di atas sebenarnya gw sudah merancang beberapa skenario untuk menghindari kondisi gw dibantai abis mengenai ekonometrikanya:

Skenario 1: Gw bikin slide presentasi skripsi yang panjang, gw bikin hampir 56 slide, dengan ini gw bisa mengulur waktu cukup lama yang pada akhirnya sesi tanya jawab tinggal sedikit.

Skenario 2: Kalo presentasi gw dipotong, bagaimana me-leading pertanyaan pertama keluar dari Pak Robert, karena setau gw dia kurang dalam mengenai hal-hal yang berbau quantitative approach. Kalo dia tanya, gw akan jawab secara perlahan-lahan dan menjelaskan as long as possible sambil pura2 bego. Skenario ini fungsinya sama dengan skenario 1, supaya giliran 2 dosen berikutnya tersisa sedikit waktu.

Skenario 3: Karena kebetulan jam 12.00, kan pas makan siang tuh, langkah awal melakukan basa-basi sambil buat pertanyaan2 "ice breaking" buat kondisi se-enjoy mungkin sambil menanyakan "ga makan siang pak?" "kan capek dari tadi nyidang orang?" pertanyaan dimasukkan unsur ekonomi dan pengalaman2 selama menyidang mahasiswa lain, basa-basi ini gw estimasi bisa mengulur waktu hingga 30 menit.

Skenario 4: Mengkombinasikan skenario 3 dan skenario 1, kemudian ditutup dengan skenario 2.

Skenario 5: Jika skenario 1 gagal, jalankan skenario 2.

Skenario 6: Jika skenario 3 gagal, jalankan skenario 1.

Skenario 7: Jika terjadi seknario 1 dan 3 gagal, efektifkan skenario 2.

Skenario 8: All scenarios "Failed," Improvisasi dan prepared all answers well.

Ternyata yang terjadi Skenario 8, "Damn !!!!"

Kronologis:

1. Skenario 3 gagal, coz mereka sudah disiapin makan siang, dan ternyata gw harus tetap memulai presentasi dan mereka mendengarkan sambil makan siang.

2. Skenario 1 gagal, coz di-slide yang ke-20 gw sudang dipotong dengan hujaman pertanyaan-pertanyaan, dan akhirnya presentasi tidak diteruskan. Situasi yang terjadi adalah sesi pertanyaan sidang skripsi dengan menanyakan hal-hal yang berbau full econometrics…….

3. Skenario 2 gagal, situasi yang terjadi Pak Robert lebih banyak diam, malah dia cenderung kebingungan ngeliat skripsi gw….malah Pak Anton yang sangat aktif bertanya….Damn!!!!

Skenario yang dijalankan: Tanpa skenario, full improvisasi, dan gw larut dalam debat panjang dan sangat melelahkan yang hampir full dihujam pertanyaan yang berbau econometrics selama 2 1/2 jam. Oh God!!!

Jadi kebayang ya sidang gw isinya apaan….pertanyaan nyerempet2nya seputar metode stokastik, nonstokastik, kenapa harus ada error, kenapa data di-discounted, kenapa stasioner, pada tingkat level, first diff maksudnya apa, gimana bentuk kerjanya, cointegrasi data untuk apa, pake tingkat level atau differences, kenapa harus stasioner kalo kita pake data trend gimana, knapa ada multicolinearity, bagaimana dengan specification error, kenapa harus cari elastisitas, trus kenapa pake model ini model itu, gimana sih bentuk test unit root, sebenarnya alur skripsi kamu gimana apa ada tumpah tindih estimasi, bagaimana critical value yang dipake, pake uji statistik apa, kenapa….bla..bla..bla…Pokoknya bener2 mabok ekonometrik gw…

Setelah 2 1/2 jam sidang skripsi trus masuk sesi ujian kompre, terus terang gw udah kelelahan rasanya kepala gw berasap dan mau meledak…Untungnya semua pengujinya juga udah kecapekan bantai gw di awal2 sidang…akhirmya sidang kompre cuma 15 menit dengan kalimat pembuka dari salah satu sang penguji "Dari tadi kita ngomongin hal-hal yang sangat melangit, yaudah pertanyaannya yang membumi aja" Jadi selama 15 menit gw cuma menjelaskan tentang kurva Indifference Curve and Balance Budget trus menjelaskan efek substitusi dan efek pendapatan dah gitu udah selesai deh…..

Setelah gitu gw disuruh keluar untuk menunggu para penguji mendiskusikan nilai buat gw….gw keluar dengan pasrah, terserah deh mau lulus apa ga, gw dah abis2an, sambil bete, melamun, merenung, kesel, marah, sambil memandang kosong ruang2 di Dept IE…..

Hasilnya untung lumayan, dapet A-, seneng banget karena ujian yang sangat melelahkan coz sial aja dapet penguji yang econometrics’ freak abis….Gw bener2 kelalahan banget….ga kebayang kalo ngulang ujian kompre sama para penguji yang sama….Hih..jadi begidik gw….Thanks God!