Archive for June, 2007

Kisah Dibalik Ring 1 SBY

Monday, June 25th, 2007

Ini cerita diambil dari milis IE 2002, dituturkan oleh Bung Firman sebagai berikut:

Saya jd ingin sedikit berbagi pengalaman saya beberapa minggu berkeliaran di sekitar istana.

Klo temen2 ada yg baca kompas hr senin, SBY menangis ketika menerima warga korban lumpur Lapindo dan mendengar nasib mereka. Nah pertanyaannya selama ini ke mana aja pak SBY? Berdasarkan berita di koran, ternyata selama ini yang sampai di SBY jauh berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh warga korban lumpur Lapindo. Tentunya hal ini menjadi sangat aneh. Orang-orang di sekitar SBY tampaknya dengan sengaja membisikkan informasi yang salah kepada SBY. ckckck..

Nah saya masuk kepada inti yang ingin sampaikan kepada temen2, yakni mengenai pergulatan yang terjadi di lingkaran paling dalam SBY. Selama berkeliaran di sekitar istana, ternyata di antara lingkaran terdalam SBY sendiri terjadi saling sikut-menyikut yang benar2 parah, a.l:

1.

Mungkin temen2 sempat baca surat pengunduran diri dari Yenny Wahid sebagai staf ahli SBY (meski akhirnya dia bantah, tapi sumber yang dapat dipercaya menyatakan surat itu asli) dimana Yenny mengatakan usahanya untuk mendekatkan Gus Dur selalu dihalangi oleh orang terdekat SBY(sekretaris SBY). bahkan disinyalir orang terdalam SBY sendiri yang dengan sengaja membocorkan surat Yenny.

2.

Sebagaimana temen2 juga mungkin tahu, tugas pertama wantimpres adalah memberi rekomendasi mengenai amandemen UUD. Setelah mereka melakukan tugasnya, mereka pun mengirimkan surat mengenai isi rekomendasi tersebut melalui setneg. Namun apa yang terjadi, surat tersebut baru sampai 1 bulan setelah pengiriman. itupun saat SBY mengadakan rapat pleno dengan wantimpres. SBY mengira Wantimpres telah lalai, padahal ada seseorang yang dengan sengaja menyimpan surat tersebut.

3.

Pergulatan lebih lagi terjadi ketika setneg masih dikuasai yusril. di masa itu, kisahnya, antara setneg (yusril) dengan sekab (sudi silalahi) bagaikan korsel dan korut. selain itu, kalo temen2 mengikuti perkembangan UU mengenai wantimpres, temen2 bakal lihat bagaimana fungsi2 wantimpres dipreteli satu2 oleh yusril.

Nah itu bbrp crt di antara banyak lg cerita mengenai kondisi lingkar dalam SBY. coba temen2 bayangkan. pembisik2 utama SBYslg berebut pengaruh, menyembunyikan info, bahkan memberikan info yang salah pada SBY demi kepentingan pribadi atau golongan. bagaimana coba nasib bangsa ini…??? rakyat pun jadi korban.. hhh

Satu lagi tergeser

Monday, June 25th, 2007
(Ini sebelumnya gw posting di milis IE 2002)
Kenapa Cel, Lin Che Wei memutuskan mengundurkan diri dari Danareksa?
Itu sih yang gw baca dari koran akhir2 ini…Apa benar mengundurkan diri atau "ditendang" mengikuti jejak para CEO di beberapa BUMN sebelumnya (Telkom, Jamsostek, etc.).
Namanya BUMN memang banyak sarat kepentingan politik turut bermain, dan untuk CEO di perusahaan BUMN terutama yg juga "gudang uang" kemampuan me-manage perusahaan gak jadi jaminan….kalkulas i politik dan kepentingan partai juga lebih penting apalagi menjelang Pemilu 2009.
Arwin Rasyid misalnya, Telkom secara finansial, performance- nya menunjukkan peningkatan, namun alasan konflik di tubuh internal membuatnya tak lama bercokol di posisi itu. Jamsostek, yang merupakan perusahaan pengelola dana dari jutaan tenaga kerja tentu saja membuat air liur elit politik tak tertahankan untuk mencicipi aliran dana sebagai pemulus jalan kegiatan politiknya. Alhasil, goncangan untuk bertahan di posisi puncak cukup besar.
Dan Bulog, di mana Widjanarko Puspoyo, mantan kader Golkar yang "murtad" ke PDI-P tentu saja membuat Jusuf Kalla cs membongkar segala macam penyimpangan yg dilakukannya agar kembali kader Golkar yang menduduki posisi "basah" itu. Usut-punya-usut, dana "taktis/non- bujeter" dari institusi ini memang sangat besar, karena perannya juga turut mengambil profit dari gap harga COGS beras dan harga jualnya. Harga COGS ini yang dapat dimainkan… .
Berbagai paper yg ada, menunjukkan bahwa setiap perusahaan yg memiliki kaitan dengan partai politik mengakibatkan setidaknya berbagai macam distorsi dalam kinerjanya, entah itu finansial maupun dari sisi manajerialnya.
Lalu, selanjutnya siapa lagi? Agus Marto (Bank Mandiri), atau Emirsyah Satar (Garuda Indonesia), atau siapa? Tunggu saja tanggal mainnya….
Salam,
GFR