<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Tuhan dan Ambigu-Ambigu-Nya</title>
	<atom:link href="http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:21:05 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Ibra</title>
		<link>http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-131</link>
		<dc:creator>Ibra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 14:21:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-131</guid>
		<description>Menarik-menarik menarik...

Eh sebelumnya : Taqobbalallahu minna wa minkum..Taqobbal ya kariim.
Saya punya dua catatan nih (CMIIW) dalam menginterpretasikan tulisan antum.

1. “Tuhan seharusnya hanya sendirian, tapi entah dewasa ini Dia nampak semakin banyak.” 

Menurut saya, kita (katakanlah Muslim) tidak boleh terjebak dalam ke-muttasil-lan dan ke-minfasil-an Tuhan. Tuhan tidak untuk dievaluasi (sekarang lagi "sedikit" atau "lagi banyak", sekarang Tuhan lagi "killer" apa lagi sabar).

Personifikasi itu tidak laya dalam menilai Tuhan. Kalau memang SEPERTINYA Tuhan (sedang) banyak, ya memang sifat itulah yang sedang Dia tampilkan untuk menunjukkan ke "Maha" an Nya

Kalau Tuhan sedang memberi hukuman, ya itu adalah cara untuk menunjukkan Dia maha Rahman, jadi

Hubungan MUnfasil (CMIIW)
Tuhan=Baik+Pengasih+Penyayang+.....+Adil

Itu tidak berlaku
karena somehow, ketika ada Tsunami dan "necessary condition " yang ditetapkan manusia untuk melihat TUhan tejadi violation, kita bisa terjebak dalam menganggap Tuhan bukan lagi Tuhan.
Semuanya harus dilihat secara amat sangat holistik dan tidak partial.

2.  Kenapa agama menjadi constanta?
Malah menurut saya harusnya agama bukan menjadi "parameter beta yang dicari", tapi menjadi exogenous variabel. Betapa bahayanya kalau agama menjadi constant. karena at any kind of situation dia bisa berubah (jangankan dengan bertambahnya "cross section" atau "waktu", dengan berubah "software" aja dari edisi 3 ke empat, nilainya bisa berubah).
IMHO, biarlah agama itu menjadi exogenous variable yang bijaksana.  Hal-hal (problem, permasalahan, dinamika yang kita hadapai) gak lebih dari sebuah variabel dependen, dengan variabel independen agama, sehingga lahir suatu parameter beta (qonaah, istiqomah, sabar dan syukur (ikhlas)) dalam menyikapi semua hal yang ada dalam kehidupan, dua hal yang terakhir itu masuk dalam Dhanilian economics (karena Djanil 96 yang paling seneng ngomong sabar dan ikhlas/syukur, dua sikap kembar yang mudah diucapkan susah mengaplikasikan).
Apa untungnya agama menjadi exogenous variabel?
Untungnya adalah, refleksi kita dalam penyikapan dinamika kehidupan bisa lebih dinamis (nilai beta nya bisa beubah, bukan agamanya yg berubah). ketika kita hidup di dunia yang (katakanlah agama kita mayoritas) tentunya menhasilkan refleksi nilai "beta" yg berubah ketika hampir semua orang di sekitar kita tidak tahu Islam.

Wallahul Muwaffiq ilaa aqwamith thorieq..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik-menarik menarik&#8230;</p>
<p>Eh sebelumnya : Taqobbalallahu minna wa minkum..Taqobbal ya kariim.<br />
Saya punya dua catatan nih (CMIIW) dalam menginterpretasikan tulisan antum.</p>
<p>1. “Tuhan seharusnya hanya sendirian, tapi entah dewasa ini Dia nampak semakin banyak.” </p>
<p>Menurut saya, kita (katakanlah Muslim) tidak boleh terjebak dalam ke-muttasil-lan dan ke-minfasil-an Tuhan. Tuhan tidak untuk dievaluasi (sekarang lagi &#8220;sedikit&#8221; atau &#8220;lagi banyak&#8221;, sekarang Tuhan lagi &#8220;killer&#8221; apa lagi sabar).</p>
<p>Personifikasi itu tidak laya dalam menilai Tuhan. Kalau memang SEPERTINYA Tuhan (sedang) banyak, ya memang sifat itulah yang sedang Dia tampilkan untuk menunjukkan ke &#8220;Maha&#8221; an Nya</p>
<p>Kalau Tuhan sedang memberi hukuman, ya itu adalah cara untuk menunjukkan Dia maha Rahman, jadi</p>
<p>Hubungan MUnfasil (CMIIW)<br />
Tuhan=Baik+Pengasih+Penyayang+&#8230;..+Adil</p>
<p>Itu tidak berlaku<br />
karena somehow, ketika ada Tsunami dan &#8220;necessary condition &#8221; yang ditetapkan manusia untuk melihat TUhan tejadi violation, kita bisa terjebak dalam menganggap Tuhan bukan lagi Tuhan.<br />
Semuanya harus dilihat secara amat sangat holistik dan tidak partial.</p>
<p>2.  Kenapa agama menjadi constanta?<br />
Malah menurut saya harusnya agama bukan menjadi &#8220;parameter beta yang dicari&#8221;, tapi menjadi exogenous variabel. Betapa bahayanya kalau agama menjadi constant. karena at any kind of situation dia bisa berubah (jangankan dengan bertambahnya &#8220;cross section&#8221; atau &#8220;waktu&#8221;, dengan berubah &#8220;software&#8221; aja dari edisi 3 ke empat, nilainya bisa berubah).<br />
IMHO, biarlah agama itu menjadi exogenous variable yang bijaksana.  Hal-hal (problem, permasalahan, dinamika yang kita hadapai) gak lebih dari sebuah variabel dependen, dengan variabel independen agama, sehingga lahir suatu parameter beta (qonaah, istiqomah, sabar dan syukur (ikhlas)) dalam menyikapi semua hal yang ada dalam kehidupan, dua hal yang terakhir itu masuk dalam Dhanilian economics (karena Djanil 96 yang paling seneng ngomong sabar dan ikhlas/syukur, dua sikap kembar yang mudah diucapkan susah mengaplikasikan).<br />
Apa untungnya agama menjadi exogenous variabel?<br />
Untungnya adalah, refleksi kita dalam penyikapan dinamika kehidupan bisa lebih dinamis (nilai beta nya bisa beubah, bukan agamanya yg berubah). ketika kita hidup di dunia yang (katakanlah agama kita mayoritas) tentunya menhasilkan refleksi nilai &#8220;beta&#8221; yg berubah ketika hampir semua orang di sekitar kita tidak tahu Islam.</p>
<p>Wallahul Muwaffiq ilaa aqwamith thorieq..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: CigoFoddeli</title>
		<link>http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-95</link>
		<dc:creator>CigoFoddeli</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 01:30:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-95</guid>
		<description>I just want to take some money! :)
&lt;a href="http://gglkhnsjhs.com/" rel="nofollow"&gt;Press here&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I just want to take some money! <img src='http://bung-gaff.blog.friendster.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<a href="http://gglkhnsjhs.com/" rel="nofollow">Press here</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gaffari</title>
		<link>http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-94</link>
		<dc:creator>Gaffari</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 04:20:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-94</guid>
		<description>Areyou:
Saya juga heran kenapa SENAT FEUI, lebih tepatnya 04/05 berkomentar demikian, sungguh memalukan.

Saya kira ini oknum, tapi karena pengecut menggunakan account di bawah organisasi.

Saya rasa, dicukupkan saja memposting hal yang serius di blog friendster ini. Toh segmen market di blog ini tidak siap menerima pemikiran di luar mainstream, mungkin cocoknya di sini mem-posting genre pop atau tetek bengek yg gak jelas.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Areyou:<br />
Saya juga heran kenapa SENAT FEUI, lebih tepatnya 04/05 berkomentar demikian, sungguh memalukan.</p>
<p>Saya kira ini oknum, tapi karena pengecut menggunakan account di bawah organisasi.</p>
<p>Saya rasa, dicukupkan saja memposting hal yang serius di blog friendster ini. Toh segmen market di blog ini tidak siap menerima pemikiran di luar mainstream, mungkin cocoknya di sini mem-posting genre pop atau tetek bengek yg gak jelas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: -Areyou-</title>
		<link>http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-93</link>
		<dc:creator>-Areyou-</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 16:05:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-93</guid>
		<description>Eh salahKok Marissa seh... Maksude SENAT FE kok ngomongnya kayak gitu....!!!
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Eh salahKok Marissa seh&#8230; Maksude SENAT FE kok ngomongnya kayak gitu&#8230;.!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: -Areyou-</title>
		<link>http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-92</link>
		<dc:creator>-Areyou-</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 16:02:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-92</guid>
		<description>Assalamu `Alaikum

@ MArissa
Comment apaan seh ??? Ngomongnya diatur lah.... Mending kagak usah Commentlah Marr

@ Gaffar
Hmm... Areyou rada pusing bacanya... Satu paragraf isinya ada terlalu banyak ide yg mau ditulis, jadi agak blur dan mengambang. Ya Areyou emang gak jago nulis.

Daripada puyeng mending comment tulisan terakhir adja deh.

"Ritus-ritus budaya hadir melalui pergulatan manusia antar manusia dengan segala macam faktor adat atau kebersamaan kolektif kesukuan yang pada akhirnya terciptalah sebuah fenomena ritual yang disepakati bersama. Ritual ini terlahir dari hasil proses pengartikulasian nilai-nilai yang dipahami bersama ke dalam perilaku sosial yang kemudian bertransformasi secara turun temurun."--&#62;&#62; Areyou Setuju

"Jadi, ritualisme budaya bisa jadi lebih dahulu terlahir daripada ritualisme agama."--&#62;&#62; Kurang Setuju, gak perlu dibahas....Kayak Duluan Ayam apa Telor. We don`t Know Visually, at least menurut Al-Qur`an, Allah Menciptakan Hewan dan Ternak di Bumi trus mereka berkembang biak.


"Dengan demikian, untuk sekedar mengenal ritual-ritual saja sebenarnya manusia tidak perlu ber-Tuhan."--&#62; Tergantung Ritual apa dulu... Kalo` ritual makan, memang manusia punya insting untuk makan atau ritual tidur, PASTI manusia butuh tidur.
Tapi mengutip Lirik lagunya Chrisye "Jika Surga dan Neraka tak Pernah ada...Pasti tidak ada orang yang akan menyembah/ Menyebut Nama-NYA (Tuhan)..."


Apakah pola berfikir kausalitas ini sudah benar?"--&#62; I don`t Know, You may Decide...

Tetap Semangat Bro...
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu `Alaikum</p>
<p>@ MArissa<br />
Comment apaan seh ??? Ngomongnya diatur lah&#8230;. Mending kagak usah Commentlah Marr</p>
<p>@ Gaffar<br />
Hmm&#8230; Areyou rada pusing bacanya&#8230; Satu paragraf isinya ada terlalu banyak ide yg mau ditulis, jadi agak blur dan mengambang. Ya Areyou emang gak jago nulis.</p>
<p>Daripada puyeng mending comment tulisan terakhir adja deh.</p>
<p>&#8220;Ritus-ritus budaya hadir melalui pergulatan manusia antar manusia dengan segala macam faktor adat atau kebersamaan kolektif kesukuan yang pada akhirnya terciptalah sebuah fenomena ritual yang disepakati bersama. Ritual ini terlahir dari hasil proses pengartikulasian nilai-nilai yang dipahami bersama ke dalam perilaku sosial yang kemudian bertransformasi secara turun temurun.&#8221;&#8211;&gt;&gt; Areyou Setuju</p>
<p>&#8220;Jadi, ritualisme budaya bisa jadi lebih dahulu terlahir daripada ritualisme agama.&#8221;&#8211;&gt;&gt; Kurang Setuju, gak perlu dibahas&#8230;.Kayak Duluan Ayam apa Telor. We don`t Know Visually, at least menurut Al-Qur`an, Allah Menciptakan Hewan dan Ternak di Bumi trus mereka berkembang biak.</p>
<p>&#8220;Dengan demikian, untuk sekedar mengenal ritual-ritual saja sebenarnya manusia tidak perlu ber-Tuhan.&#8221;&#8211;&gt; Tergantung Ritual apa dulu&#8230; Kalo` ritual makan, memang manusia punya insting untuk makan atau ritual tidur, PASTI manusia butuh tidur.<br />
Tapi mengutip Lirik lagunya Chrisye &#8220;Jika Surga dan Neraka tak Pernah ada&#8230;Pasti tidak ada orang yang akan menyembah/ Menyebut Nama-NYA (Tuhan)&#8230;&#8221;</p>
<p>Apakah pola berfikir kausalitas ini sudah benar?&#8221;&#8211;&gt; I don`t Know, You may Decide&#8230;</p>
<p>Tetap Semangat Bro&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: M-Gee</title>
		<link>http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-91</link>
		<dc:creator>M-Gee</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 01:40:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-91</guid>
		<description>Ketika membedah tubuh manusia tampak nyata ayat Allah disetiap detak nadi dari aorta sampai mesenterial, bagaimana Allah menciptakan ini semua dengan sangat teratur, ritmik, dan indah hanya subhanallah yang keluar dibibir dan astaghfirullah meresap kedalam relung hati. semoga ayik lebih banyak bertemu dengan ayat-ayat Allah agar tidak hanya sampai pada pemikiran.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika membedah tubuh manusia tampak nyata ayat Allah disetiap detak nadi dari aorta sampai mesenterial, bagaimana Allah menciptakan ini semua dengan sangat teratur, ritmik, dan indah hanya subhanallah yang keluar dibibir dan astaghfirullah meresap kedalam relung hati. semoga ayik lebih banyak bertemu dengan ayat-ayat Allah agar tidak hanya sampai pada pemikiran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Senat FEUI</title>
		<link>http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-90</link>
		<dc:creator>Senat FEUI</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 14:40:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-90</guid>
		<description>Eh Nyet, lo nulis apaan sih ga jelas bgt seh lo...!?!?! dasar ngentoot loe!?!?! copo lah you...!?!?! SOK Intelek?!?!?!
tiap hari coli aja kerjaan loo ga usah bawel...
banyak bacod
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Eh Nyet, lo nulis apaan sih ga jelas bgt seh lo&#8230;!?!?! dasar ngentoot loe!?!?! copo lah you&#8230;!?!?! SOK Intelek?!?!?!<br />
tiap hari coli aja kerjaan loo ga usah bawel&#8230;<br />
banyak bacod</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: marissa</title>
		<link>http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-89</link>
		<dc:creator>marissa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2007 08:20:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bung-gaff.blog.friendster.com/2007/09/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya/#comment-89</guid>
		<description>hmm.
tapi ngga perlu sampe SAHUR juga yaa.
be fair to yourself.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm.<br />
tapi ngga perlu sampe SAHUR juga yaa.<br />
be fair to yourself.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
