Politisasi Cinta

February 26th, 2007 by bung-gaff

Ada-ada saja kelakuan beberapa kawan, sampai-sampai urusan percintaan saja perlu menggunakan manuver-manuver yang sedikit politis.

Pertama, antara persaingan dua individu untuk mendapatkan seorang wanita. Individu A menggunakan cara mendekati sang wanita dengan berusaha dekat selain dengan diri wanita itu dan juga dengan teman-teman terdekatnya. Tujuannya, jelas saja untuk mendapatkan dukungan dari teman-teman terdekatnya, sehingga rekomendasi, perspektif dan sugesti yang tercipta semuanya me-leading wanita itu pada pria yang dimaksud yaitu individu A. Berbeda dengan individu B, mungkin orang ini sedikit kurang beruntung, di mana kurang mendapatkan tanggapan positif dari teman-teman terdekat sang wanita, meskipun wanita itu merasa oke-oke saja dengan individu B. Namun, individu B melancarkan strategi yang berbeda, yaitu dengan mendekati keluarga termasuk orang tua, adik, kakak, sampai saudara-saudara dari wanita itu. Jadi, rekomendasi, perspektif dan sugesti yang tercipta dari keluarga besar sang wanita ter-leading pada individu B. Posisi individu B mungkin sedikit diuntungkan di mana individu A kurang mendapatkan tanggapan positif dari keluarga sang wanita. Baiklah, jadi dapat kita simpulkan adalah individu A, manuver yang dilakukan fokus pada tataran akar rumput (grass root), sedangkan individu B, fokus pada tataran elitis.

Lalu, mana yang lebih efektif? Tergantung dari akan sampai mana hubungan dengan sang wanita ini akan dibawa ke arah mana. Apabila tujuan yang ingin dicapai oleh kedua individu itu adalah jenjang yang sangat serius seperti pernikahan, individu B mungkin agak sedikit diuntungkan, karena keputusan untuk melakukan pernikahan tidak hanya pertalian dua individu saja, melainkan juga pertalian dua buah keluarga besar yang berbeda. Maka, individu B akan lebih mudah untuk bermanuver ataupun menyampaikan maksud dan tujuan yang akan dicapainya kepada keluarga sang wanita. Bagaimana dengan individu A, posisinya bisa saja tetap baik, terutama ketika menjalin hubungan sebatas “pacaran” karena bagaimanapun juga peran teman terdekat lebih mudah untuk mendukung hal ini, dan selama hubungan ini terjalin, pihak keluarga dapat dijadikan “pihak eksternal” yang tidak perlu tahu-menahu mengenai hal ini. Anak muda jaman sekarang taulah, ada-ada saja cara bagaimana mengelabui orang tua, you know lah!

Kira-kira nih, ekuilibrium atau titik terakhir yang terjadi akan bagaimana? Bisa jadi begini, individu B awalnya harus berbesar hati membiarkan selama beberapa waktu sang wanita berhubungan “pacaran” dengan individu A, yah selama hubungannya itu, mereka bisa saja membicarakan mengenai masa depan, hubungan serius, bagaimana pernikahan mereka berdua nanti, dan seterusnya. Namun pada saatnya nanti, dalam kenyataan posisinya ternyata akan terbalik karena bagaimanapun juga namanya hubungan pacaran kagak jaminan bakal berujung pada pernikahan, betul? Okelah, suatu saat nanti biarkanlah individu A harus gigit jari atau mungkin patah hati membiarkan sang wanita kenyataannya harus menikah dengan individu B. Hmm…Tragis memang, dan mungkin begitulah hidup ini, just play a game guys! And be fair enough Ha3…..

Kasus kedua, mungkin ada hal yang seringkali benar, bahwa suatu rencana yang dibuat dan diumumkan terlalu dini seringkali mengalami kegagalan dibandingkan rencana yang dibuat tanpa perlu diumumkan. Mengapa begitu, mungkin istilahnya announcement effect, di mana sebuah pengumuman mengenai sesuatu oleh satu pihak kepada pihak tertentu ternyata memberikan reaksi kepada pihak-pihak lainnya. Seringkali, reaksi-reaksi dari pihak lainnya ini kadang lebih memberikan situasi yang tidak kondusif untuk mencapai tujuan tersebut, karena bagaimanapun juga hasil pengumuman yang dibuat akan membuat berbagai pihak menyoroti berbagai tindakan yang dilakukan individu yang dimaksud. Dengan demikian, segala gerak-gerik individu itu akan mudah terbaca atau dapat mungkin disalahtafsirkan oleh interpretasi berbagai pihak yang sering ditambahkan “racikan-racikan” yang sedikit provokatif.

Lalu, bagaimana solusinya, misalnya begini, pria A ingin mendekati seorang wanita. Supaya segala tindak-tanduknya tidak terbaca adalah bagaimana opini yang tercipta di tataran publik berbeda nyata dengan apa yang dia lakukan di tingkat realitasnya. Caranya bagaimana? Mungkin sedikit kejam kali ya, yaitu kita membutuhkan pria lain, sebut saja pria B, sebagai martir, maksudnya? Pria ini yang pada akhirnya diciptakan imagenya di tataran opini publik sebagai pihak yang mendekati wanita tersebut. Apabila opini publik yang tercipta berhasil yaitu bahwa pria B sedang berusaha mendekati sang wanita maka dengan demikian pria A akan lebih mudah melancarkan segala manuvernya untuk mendapatkan sang wanita tersebut, tanpa ada kasak-kusuk dari pihak lain mengenai segala tindak-tanduk yang dilakukannya. Lalu, bagaimana kira-kira ekuilibrium atau titik akhir dari manuver ini? Yah, bersiap-siaplah publik akan tercengang-cengang kalo ternyata sang wanita ternyata mengumumkan bahwa dirinya berhubungan dengan pria A, bukan pria B. Hmm…a lil’ bit shocked memang, dan mungkin begitulah hidup ini, just play a game guys!

Kasus ketiga, mungkin kasus ini diilhami dari sebuah kisah pemenang nobel ekonomi yang menghasilkan teori Nash equilibrium. Jadi begini kisahnya, biasanya kita-kita ini baik pria maupun wanita pasti akan menciptakan peer group-peer group tersendiri, bahasanya populernya nge-gank lah. Nah, misalkan di suatu tempat entah itu di kafe, klab, atau tempat-tempat biasanya berkumpul anak-anak muda gitu kali ya, ada sebuah gank pria dan gank wanita bertemu. Namanya juga laki-laki, pasti akan ada hasrat menyukai lawan jenis (sorry analisis ini gagal untuk gank homo), pastinya dalam suatu gank wanita itu pasti ada satu wanita yang bisa dibilang paling cakep, sebut saja rating #1, yang membuat semua pria dalam gank cowo itu berdecak kagum. Nah, kira-kira apa yang akan terjadi? Setidaknya, pasti semua pria dalam gank cowo itu akan memikirkan bagaimana caranya mendapatkan wanita dengan rating #1 tersebut. Hasilnya kira-kira bagaimana, mungkin bisa terjadi persaingan yang sehat, dan lebih mungkin lagi terjadi persaingan yang kurang sehat di antara pria-pria itu, mengapa? Karena namanya juga satu gank, pastilah mau tidak mau pada akhirnya pria satu mengetahui apa yang dilakukan pria lainnya, dan ini bisa menjadi perselisihan internal, dan mungkin perpecahan dalam tubuh gank itu. Atau bisa jadi, kondisi yang tercipta bisa lebih parah, yaitu sudah terjadi perpecahan gank dan tidak ada satupun pula yang mendapatkan wanita rating #1 tersebut.

Nah, kira-kira bagaimana sebaiknya? Harus ada minimal satu pria, sebut saja pria A, yang berfikir sedikit berbeda, di mana ketika semua teman-temannya memikirkan wanita rating #1 (first-best) dia memikirkan wanita yang cantiknya sedikit di bawah rating #1 atau sebut saja rating #2 (second-best). Lalu, kira-kira ekuilibrium atau titik akhirnya bagaimana? Biarkanlah teman-teman pria yang lain bertengkar untuk mendapatkan wanita rating #1, dan pria A dapat melenggangkan langkahnya untuk mendapatkan wanita rating #2 tanpa perselisihan dan berjalan penuh damai. Akhirnya bisa saja begini, teman-teman pria yang lain bertengkar dan saling bermusuhan dan juga pada akhirnya tidak satupun mendapatkan wanita rating #1 tersebut, dan pria A hidup damai dan mendapatkan wanita rating #2. Sometimes the second-best choice is better than the first-best choice……. Hmm…. mungkin begitulah hidup ini, just play a game guys!

Oke deh, mungkin tulisan ini cuma remeh temeh, but setidaknya it’s quite entertain enough…..

Cocoknya diakhiri dengan statement yang biasa mengakhiri film kartun tiny toons, That’s all folks! Ha3…………..

Belum Cukupkah Ujian-Mu Tuhan?

February 26th, 2007 by bung-gaff

Belum cukupkah segala ujian Tuhan terhadap bangsa kita ini. Berbagai bencana yang terjadi sepertinya lengkap sudah. Di darat, berbagai kecelakaan transportasi seperti kereta api yang terus saja seringkali mengalami anjlok dengan korban yang tidak sedikit. Di laut, beberapa kapal dengan penumpang hingga ribuan seringkali mengalami tenggelam di tengah lautan. Adapun korban yang selamat harus mengalami pengalaman traumatis terapung-apung di lautan hingga beberapa hari, dan juga ada yang harus tenggelam tak ditemukan, ataupun harus mengalami kapal yang terbakar di laut dengan tanpa pengetahuan keselamatan transportasi yang baik. Di udara, beberapa kali kecelakaan terjadi dan yang sangat fenomenal hilangnya pesawat Adam Air yang hingga hari ini tidak kunjung ditemukan. Sudah cukupkah ujian-Mu Tuhan?

Ternyata belum. Berbagai bencana alam pun ternyata terus saja menghujam negeri ini. Gempa bumi, yang menimpa berbagai penjuru di tanah air, mulai dari tsunami di Aceh, gempa bumi di Jawa Tengah dan Yogyakarta hingga gempa bumi yang menimpa beberapa kawasan timur di Indonesia. Belum lagi bencana banjir, yang tidak peduli menimpa daerah manapun, termasuk ibukota negara kita, di mana pusat 80 persen kekuatan ekonomi Indonesia berada, dan pula di mana pusat kekuasaan yang mengatur segenap negeri ini digerakkan, bagaimanapun juga harus mengalami kelumpuhan dengan hampir 60 persen wilayahnya digenangi air. Selain itu, negeri inipun harus mengalami kewaspadaan di mana angin puting beling terus saja menghancurkan rumah-rumah kami. Bencana banjir tidak hanya air, namun wilayah Sidoarjo, Jawa Timur penduduknya terus mengalami ketidakjelasan akibatnya tempat tinggalnya terendam lumpur panas, tinggal di penampungan dengan kehidupan yang sungguh tidak layak. Sudah cukupkah ujian-Mu Tuhan?

Ternyata juga belum. Di tengah-tengah beberapa wilayah yang mengalami kebanjiran, ada wilayah lain ternyata harus mengalami kekeringan hingga mengalami gagal panen untuk tahun ini. Belum lagi beberapa penduduk negeri ini harus bertahan hidup hanya dengan memakan nasi aking, dan anak-anak tidak menerima gizi yang harusnya mereka terima dengan baik akibat ekonomi keluarga yang semakin hari semakin sulit. Lalu sudah cukupkah ujian-Mu Tuhan? Ternyata masih juga belum, berbagai penyakit menerjang negeri ini, mulai dari korban meninggal akibat flu burung yang terus berjatuhan, dan juga korban demam berdarah yang dari hari ke hari terus saja bertambah.

Lalu, bagaimana selanjutnya Tuhan? Apakah Engkau mulai meninggalkan negeri ini? Atau, Engkau memang telah lama meninggalkan tempat ini? Atau mungkin semua ujian ini adalah wujud kasih sayang diri-Mu kepada kami yang terlalu tamak dan rakus serta gagal untuk menjadi khalifah di negeri ini yang Kau amanahkan?

Bagaimanapun, di tengah rasa kalut, pedih, dan kegamangan negeri ini yang tak kunjung selesai kami berusaha untuk tidak mengakui dan mentakzimkan sebuah diktum bahwa Tuhan telah mati, seperti yang diungkapan filsuf Nietczhe beberapa abad yang lalu, yang setelah mengucapkan diktum itu ia tak lama hidup di dunia ini. Atau, segala ujian ini, kami makin menyadari akan eksistensi sesuatu yang transenden mengenai diri-Mu, atau eksistensi kita sebagai manusia yang penuh segala kekurangan seperti dalam eksistensialisme dan humanisme kata Jean Paul Sartre.

Negeri inipun selalu saja seperti tidak pernah belajar dari apa yang telah terjadi, layaknya pikiran para penghuni ini yang terlalu miopik, segala sesuatu dipikirkan hanya jangka pendek. Memang seperti itu, atau apa kita semua sedang memakzulkan bahwa kita semua dalam jangka panjang akan mati, seperti yang diungkapkan John Maynard Keynes. Oleh karena itu, pikiran kita dalam memutuskan dan berbuat sesuatu harus terhenti pada kaca mata saat ini, bukan bagaimana nanti saat yang akan datang dan ke depannya. Setiap bencana yang terjadi, kita bukan menjadi semakin baik untuk menanganinya atau bahkan mampu mencegahnya, namun realitasnya bencana yang terjadi terus saja semakin memburuk, dan sama sekali tidak terlihat perbaikan dalam penanganannya.

Bangsa ini, layaknya sebuah pasar yang mengalami kegagalan (market failure) karena begitu banyak eksternalitas negatif yang terjadi tanpa mampu diinternalisasikan dengan baik. Lalu, bagaimana peran pemerintah? Pemerintah dalam beberapa buku teks ekonomi yang kita baca hadir ketika pasar mengalami kegagalan. Namun, apakah akan selalu efektif? Segala intervensi yang pemerintah lakukan tidak akan pernah efektif jika selama pemerintah itu sendiri mengalami kegagalan dalam mengatur dirinya sendiri. Lalu, apa yang mesti kita semua perbuat?

Mulailah dari diri kita sendiri untuk menjaga dan adil terhadap lingkungan serta menjalankan aktivitas ekonomi ini secara fair. Apabila kita tidak berhasil memperbaiki diri dan berusaha mencurahkan segenap pikiran dan tenaga kita untuk menangani hal ini, biarkan saja teori Thomas Robert Maltus terjadi, bahwasanya masyarakat dalam suatu perekonomian akan mati akibat kelaparan, bencana alam, dan peperangan. Sepertinya, dua hal yang diungkapkan Malthus kini sudah terjadi, dan kita juga pada saat ini tidak perlu memulai atau melakukan peperangan untuk hanya mati di negeri ini. Mengerikan memang, namun itulah yang terjadi pada bangsa ini sekarang. Semoga Allah SWT selalu memberikan petunjuk bagi kita semua…..

Itulah Indonesia, Welcome to our country!

Salam dari The Coffee Bean&Tea Leaf PIM 2

24 Februari 2007, 17.17 WIB

Stuck In A Moment

January 18th, 2007 by bung-gaff

"Andai saja, pikiran ini dapat melewati labirin waktu menembus kuantum kehidupan sehingga menemukan ujung hidup akan sampai mana. Hidup ini terlalu kompleks meskipun dapat diungkapkan dalam sebuah metanarasi, walaupun dengan banyak catatan pinggir untuk melengkapinya. Bahkan hidup ini tidak seperti statistika, yang bisa dibuatkan alur systematic random sampling, menerka apa yang universal hanya melalui sederetan partikularitas yang dibuat secara sistematis."

"Waktu itu seperti candu, semakin digunakan, semakin tak terasa mengalir begitu saja. Waktu juga menjadikan sesuatu menjadi sejarah, karena sejarah pasti berbicara sesuatu yang lalu, bukan sesuatu yang mungkin terjadi ke depan. Tidak semua waktu yang terlewati atau masa lalu menjadi sejarah, namun sejarah pasti membicarakan sesuatu yang lalu."

Jakarta, 18 Januari 2007

(Di sebuah tepian lantai 5 Gd. Utama Depkeu, sambil memandang seduyunan ikan mas di kolam ikan lantai 3, sembari sesekali memandang beberapa pejabat asyik berdiskusi di lantai 4)

Lyric of the day:

Stuck In A Moment (U2)

I’m not afraid of anything in this world
There’s nothing you can throw at me that I haven’t already heard
I’m just trying to find a decent melody
A song that I can sing in my own company

I never thought you were a fool
But darling, look at you
You gotta stand up straight
Carry your own weight
These tears are going nowhere, baby

You’ve got to get yourself together
You’ve got stuck in a moment
And now you can’t get out of it
Don’t say that later will be better
Now you’re stuck in a moment
And you can’t get out of it

I will not forsake the colours that you bring
The nights you filled with fireworks, they left you with nothing
I am still enchanted by the light you brought to me
I listen through your ears, through your eyes I can see

And you are such a fool
To worry like you do
I know it’s tough
And you can never get enough
Of what you don’t really need now, my, oh my

You’ve got to get yourself together
You’ve got stuck in a moment
And you can’t get out of it
Oh love, look at you now
You’ve got yourself stuck in a moment
And you can’t get out of it

I was unconscious, half asleep
The water is warm till you discover how deep
I wasn’t jumping, for me it was a fall
It’s a long way down to nothing at all

You’ve got to get yourself together
You’ve got stuck in a moment
And you can’t get out of it
Don’t say that later will be better
Now you’re stuck in a moment
And you can’t get out of it

And if the night runs over
And if the day won’t last
And if our way should falter
Along the stony pass
And if, and if the night runs over
And if the day won’t last
And if your way should falter
Along this stony pass
It’s just a moment
This time will pass

Power, Money, Politic, and Sex

December 11th, 2006 by bung-gaff

Berita menghebohkan seputar skandal seks politisi Golkar berinisial YZ dan pendangdut ME sekarang ini lagi hot-hot-nya dibicarakan orang-orang. Berita yang sanggup mengalahkan kehebohan itu hanya kasus poligami yang dilakukan AA Gym….

But, in this blog, gw bukan mau mengomentari soal skandal seks tersebut atau berdebat soal poligami yang ga ada habisnya….Gw cuma mau cerita pengalaman gw kalo skandal seks untuk para pejabat teras bukan hal yang aneh….Begini kisahnya:

Menjelang akhir tahun ini, di kantor gw lagi sibuk2nya rapat2 persiapan laporan akhir tahun. Jadi acara seputar lokakarya, workshop, meeting, konsinyering, dan hal2 yang berbau "pertemuan" udah jadi rutinitas hampir tiap minggu….

Biasanya, untuk ngadain acara itu pastinya perlu kegiatan booking2 Hotel buat meeting plus kamar2nya untuk istirahat. Sebagai staf cowo yang belum berkeluarga ditambah tak ada acara pribadi dengan seseorang membuahkan hasil gw yang seringkali menjadi tim advanced untuk nginep di Hotel duluan sebelum hari-H menjelang acara. Mulai dari laptop2, in-fokus, desain set ruangan, bahan2 rapat, slide2, openning speech dan memastikan all facilities oke pas acara mau gak mau jadi tugas gw….

Karena keseringan mondar-mandir di Hotel seputar Jabotabek, berpakaian kantoran, masih beredar tengah malam di Hotel itu ternyata memberikan reaksi bagi para "Penjamu Seks" di beberapa hotel yang mengira gw "Om-Om Kesepian".

Suatu saat di hotel bilangan Jakarta (nama hotelnya ga usah gw sebutin deh):

Hari itu rapat tak kunjung usai, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 WIB. Karena gw udah gak kuat akhirnya gw turun ke lobi hotel untuk sekedar refreshing sambil mendengarkan live music. Ga jauh dari tempat gw duduk ada sekitar tiga orang wanita berpakaian seksi abis. Mereka seperti berbisik2, seakan kehadiran gw cukup menjadi perhatian mereka. Salah seorang dari mereka tiba2 menghampiri gw dan duduk persis di depan gw. Awalnya gw ga mempedulikan kehadiran wanita itu, sambil asik mengutak-atik HP gw. Lama-kelamaan gw agak risih dengan tatapan matanya yang terus aja menyorot langsung ke mata gw seakan mencoba menggoda. Akhirnya, tiba sebuah percakapan antara gw dan wanita itu:

G : Gw, P : Wanita Gak Jelas

P : Nginep di sini Mas?

G : Oh iya, kebetulan lagi ada acara

P : Dari kantor mana Mas?

G : Oh, yah yang lagi rapat di atas.

(Wanita itu tiba2 aja diam, dan terus saja menatap gw. Akhirnya gw balik nanya)

G : Lagi nunggu orang Mba?

P : Iyanih, tapi gak tau ada apa ngga orangnya?

G : Oh gitu yah, memang janjian jam brapa?

P : Yah jam berapa aja

(Karena gw udah capek dan agak males berbasa-basi, tiba2 feeling gw mengatakan kalo wanita ini bukan wanita "baik-baik" gw akhirnya menanyakan hal yang "tembak langsung")

G : Lagi nunggu order Mba? (nanya hal gini sambil dag-dig-dug takut wanita itu tersinggung apalagi kalo salah orang, bisa2 gw ditabok, Plak! Tapi ternyata dia jawab)

W : Iyanih, ga tau lagi sepi kayaknya (Gila, feeling gw tepat!)

G : Oh, selain main di hotel ini, biasanya nongkrong di hotel mana lagi Mba?

W : Ah ngga, lebih sering di sini, abis di sini enak sih kalo nunggu ga kena charge, trus club-nya juga free, dan gw udah kenal banyak orang di sini.

G : Oh gitu yah, pantes dari tadi banyak sapa sana-sini.

W : Iya, di sini pegawai hotelnya asik2.

G : Hmm….suka juga ngelayanin pejabat2 Mba?

W : Ow iya, sering deh, mereka tuh kalo di kamar suka pura2 matiin handphone, padahal sih lagi asik main sama saya.

G : Pejabat mana aja Mba?

W : Ada deh, mau tau aja ga enak ngasih taunya, pastinya ada juga dari Departemen-Departemen.

G : Wah brengsek juga tuh….

W : Yah begitulah….

(Setelah itu obrolan berlangsung hampir setengah jam, dan gw berusaha untuk terus mengutak-ngatik kata2 gw supaya pada akhirnya gw tau pejabat mana aja dan dari instansi mana yang cukup "bajingan" menggunakan uang rakyat untuk nginap dan meeting di hotel tapi malah juga dipake berzina padahal pastinya mereka udah punya anak-istri….Namun usaha gw gagal, pintar rupanya wanita itu menyembunyikan sang klien)

Pembicaraan yang cukup lama itu akhirnya menjurus hal2 seputar "Tarif", dan mata wanita itu terus aja menyorot mata gw dengan tajam seakan-akan gw "Minat" gitu sama dia. (Dalam hati gw, damn! gw harus hentikan obrolan bullshit ini….Maaf-maaf aja gw orang baik-baik, masih inget dosa, akherat, mending gw mati kali sampe2 gw melakukan hal yang tidak2…)

Ternyata gw punya cara jitu mengakhiri pembicaraan yang "Tidak Penting" itu….Gw nyalakan aja ringtone HP gw seolah2 ada yang menelpon gw saat itu….Trus pura2 ngangkat telv, "Apa Pak, saya perlu ke sana!"

G : Maaf Mba saya harus balik ke ruang meeting….(Gw cabut tanpa basa-basi bahkan menoleh sekalipun juga ngga)

Sambil berjalan meninggalkan lobi hotel menuju ruang meeting gw ngedumel ga ada abisnya, "Najis, brengsek, pejabat2 ga tau diri, udah pake uang rakyat dipake juga buat kelakuan2 haram, ga inget anak-istri!"

Jadi, beberapa hari kemudian gw mendengar skandal seks antara YZ dan ME, komentar gw: "Yah, udah gak aneh itu!"

Begitulah jadi seorang pria hidup di metropolitan kalo kurang iman, apalagi punya banyak duit, dan kekuasaan. Benar memang godaan seorang pria sebagai pemimpin "Harta, Tahta, dan Wanita" Naudzubillah min dzalik……

Event yg gw lewatkan begitu saja………

December 9th, 2006 by bung-gaff

Harus gw akuin, kalo gw kadang begitu mencintai pekerjaan gw….or "Bangsa ini sepertinya lebih gw cintai dari diri gw sendiri"(dikutip dari Prabowo pas menentang isi bukunya Habibie). Yah, masa-masa akhir tahun, masanya pemerintah buat laporan buat pertanggungjawaban penggunaan APBN. So, semua harus serba disulap dan laporan harus segera jadi dalam waktu dekat….

Road show dari meeting ke meeting, hotel to hotel, room to room, lembur sampe minggu, pulang malem (tapi brangkat kantor siang….He3). Kadang sampe idung gw meler-meler….

5 event pernikahan temen2 gw yang gw lewatkan begitu saja…Ho3 (tapi jangan lakukan ini pada saat gw nikah yah? Pliss). Blum lagi 2 event Jazz yang gw lewatin begitu aja, terutama JakJazz….padahal udah nabung sejak lama, dan manas2in orang utk ikut nonton bareng gw. Tapi saat di kantor ditanya…"Far..far..lo lg jomblo kan? Berarti akhir minggu ini 24, 25, 26 Nov lo bisa ikut lembur kan?" Dengan bodohnya gw jawab, "Hmm, kayaknya ada deh tapi gw lupa…ada acara apa ya gw?" Trus tambah gw, "Oke deh gw brangkat!"….

Suatu malam di sebuah hotel itu gw baru sadar "Anjrit, bukannya ada JakJazz yah sekarang?"

Topik Obrolan “Klasik” di Tengah Malam

November 12th, 2006 by bung-gaff

Dua setengah bulan setelah wisuda 2 Sept 2006

Setiap malam sebelum tidur, selalu aja ada bahan obrolan dengan sang roommate kos gw sampe tengah malam. Tentunya bukan obrolan mengenai hal-hal berat. Melalui obrolan itu, seringkali bikin terus kepikiran sepanjang malam,even mungkin sampe gw bangun di pagi hari. Obrolannya sederhana,tapi secara substansi, sangat penting buat kehidupan di masa depan dan bahkan bikin gw khawatir. Biasanya my roommate selalu membuka obrolan dengan kapan rencana menikah, berkenalan dengan keluarga calon mertua, dll…Kalo tentang topik ini terus terang gw kurang mudeng, soalnya urusan ginian gw always steps behind all my friends coz calon aja blum ada (berasa masih gelap dan belum dpt pencerahan)…Belum lagi, urusan kerja dan cari duit, walopun bersyukur juga udah ga minta ortu soal duit…Bagi gw married itu, gw harus bertanggung jawab penuh dengan segalanya, terutama finansial. Bokap gw tentu aja akan tertawa terbahak2nya kalo married dengan modal dengkul dan masih minta duit sama ortu…statement itu seringkali bokap bilang, tentunya diakhiri dengan tertawa simpul yang sedikit mengejek…….Belum lagi target bisa dapetin Ph.D sebelum gw 30 tahun, jadi dengan usia sekarang gw punya deadline 7 tahun lagi…waktu yg amat singkat…apalagi sampe skrg belum dapet darimana beasiswa  utk kuliah di Luar Negeri….walopun saban malam buka brosur2 Study in USA, Australia, England, Germany, etc..yang kebetulan semua punya roommate gw, setelah itu membayang2kan di dalam mimpi suasana kuliah di Univ yang gw idam2kan, yg pasti bukan univ ecek2….He3…Life is like dreaming Hah?

Dari semua topik yg dibicarain sbelum tidur…Mengingatkan gw akan Thomas Edward Bodett (1955),seorang American Author,TV Host, dan juga Radio Commentator. Ia pernah berujar:

"They say a person needs just three things to be truly happy in this world: Someone to love, something to do, and something to hope for,"

Yeah, ga ada salahnya bermimpi kalo kita bisa mendapatkan apa yang kita impikan selama ini….

Lagu soundtrack di malam itu bersama roommate gw:

Here I Am (Bryan Adams)

Here I am, this is me

There’s no where else on earth i’d rather be

Here I am, it’s just me and you

And tonight we make our dreams come true

It’s a new world, it’s a new start

It’s alive with the beating of young hearts

It’s a new day, it’s a new plan

I’ve been waiting for you

Here I am

Here we are, we’ve just begun

And after all this time, our time has come

Here I am, next to you

And suddenly the world is all brand new

Here I am, where I’m gonna stay

Now there’s nothing standing in our way

Here I am, THIS IS ME

Lebaran Oh Lebaran

October 21st, 2006 by bung-gaff

Saya pikir saya sebagai penganut agama Islam berdiri pada suatu nilai-nilai yang universal, rahmatan lil alamin, kebaikan seluruh umat manusia. Namun, menjelang peringatan hari raya idul fitri ini, selalu saja situasi itu menyiratkan alam bawah sadar saya bahwa saya ternyata berdiri pada suatu nilai-nilai yang partikular. Sebut saja, perdebatan kapan munculnya hilal dalam penentuan tanggal 1 Syawal yang selalu berujung pada sebuah perbedaan pendapat, baik itu kalangan Muhammadiyah, NU, maupun pemerintah itu sendiri. Kenapa terjadi partikularitas di sini, yah lihat saja nanti Senin, 23 Oktober 2006, di satu sisi ada sebagian masyarakat kita dengan gegap gempita merayakan Hari Kemenangannya, sedangkan sebagian lagi masih menahan lapar dan dahaga serta hawa nafsu karena masih menjalankan ibadah puasa. Anehnya, padahal kita berdiri pada satu tanah air yang sama, bahkan mungkin satu komplek perumahan yang sama.

Saya tidak mengerti mengapa tidak pernah ada konsensus bersama di antara pemimpin besar umat Islam ini untuk membuat suatu kesepakatan ataupun standarisasi yang sama dalam penentuan 1 Syawal. Atau mungkin, mengapa kita tidak menggunakan jasa para astronomi dan ahli meteorologi, yang tentu lebih ahli dalam melihat pergerakan bulan dan bintang. Hmmm, atau mungkin para alim ulama itu memang ingin memonopoli segala aspek kehidupan?

Partikularitas dalam Islam sendiri sudah sering saya rasakan, terutama ketika Islam sudah masuk dalam ranah Politik. Antara ambisi kelompok, ambisi pribadi, opportunistik, kekuasaan, dan hegemoni berbaur dengan nilai-nilai atas nama Islam. Mungkin benar apa kata Machiavelli, dalam politik untuk mengetahui apa dibalik perjuangan politik tersebut, mau tidak mau kita harus mencoba memisahkan antara nilai-nilai moral maupun religi untuk melihat Politik sebagai "what is" bukan sebagai "ought to be." Memang sedikit sekular, tapi itu lebih baik daripada menunggangi kepentingan pribadi atau segelintir kelompok atas nama agama.

Saya juga baru memahami mengapa pada akhirnya negara-negara Islam sebagian besar berada dalam status negara miskin. Sekalipun maju, negara tersebut memiliki potensi konflik yang bisa mencuat kapan saja. Hal ini, akibat varian dari Islam sendiri yang cukup banyak, sebuah akibat proses penafsiran ayat-ayat Allah yang berbeda-beda. Tak mengapa bila perbedaan penafsiran itu memperkaya khasanah dari pemikiran dalam Islam itu sendiri. Dari berbagai forum yang saya ikuti, perbedaan itu justru selalu berbuntut pada saling melempar ucapan "Kafir-Mengkafir" ataupun menfatwakan "Darah Halal" antar satu kelompok dengan kelompok lainnya, padahal mereka masih sesama Muslim. Dengan hal ini, bagaimana sebuah negara memikirkan bagaimana menciptakan sebuah tatanan ekonomi, politik dan teknologi canggih apabila hampir separuh pikiran dan tenaga dihabiskan untuk hal demikian.

Saya sendiri seperti berada di persimpangan jalan, ke mana harus melabuhkan kaki ini sebagai umat Islam untuk menegakkan nilai-nilai Islam. Namun, dengan berbagai konflik, perbedaan, permusuhan, dan ambisi kelompok, membuat hati ini seringkali tidak nyaman. Lebih baik menjadi diri sendiri, ikuti saja ke mana kaki ini melangkah….

Mungkin sepertinya perlu saja saya sudahi saja segala macam perdebatan itu yang selama ini berkecamuk di kepala. Sebagai seorang pemuda yang bukan Muhammadiyah dan juga bukan NU tapi saya tetap berpegang teguh dengan Islam dikesempatan ini mau mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga segala kebaikan yang ada di bulan Ramadhan akan terus terinternalisasi di bulan-bulan yang lainnya.

Try to Enjoy My Life (Work Hard, Play Hard)

October 7th, 2006 by bung-gaff

Rabu, 4 Oktober 2006

Seperti biasanya, pagi-pagi pergi ke kantor, tapi ternyata di kantor lagi pada bete dengan jaringan internet yang sering mati dan sekalipun connect, lambatnya minta ampun….akhirnya daripada bergundah gulana, karena kebetulan bawa kamera jadi foto-foto aja deh sama temen2 di kantor sesama penghuni Gedung Utama Depkeu Lantai 5 ….

09.00 WIB Foto-Foto Gak Jelas………….

S2020055

Temen2 di kantor Tim Asisten Deputi 5 Menko Perekonomian (Haura, Mba Dita, dan Mba Kiki)

S2020056

Tim Asisten Deputi 5 Menko Perekonomian yg ceria2 He3…(Mba Dita, gw, dan Mba Kiki)

09.30 Joint Working Group@Departemen Perdagangan

Setelah foto-foto, pastinya go back to work, siap-siap deh pergi ke Departemen Perdagangan ada rapat sama Menteri Perdagangan, Ibu Mari Elka Pangestu, membahas persiapan negosiasi dengan Singapura untuk hari Senin, 9 Oktober 2006 nanti di hotel Borobudur. Membahas seputar persiapan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia (KEKI) Batam-Bintan-Karimun…

S2020058

Menteri Perdagangan (Ibu Mari Elka Pangestu) memimpin rapat @ Ruang Anggrek, Departemen Perdagangan….Nyuri-nyuri foto neh…He3…

S2020060

Duh, selsei rapat malah masih pada ngobrol….kapan pulangnya nih….

12.30 WIB Back to Office

Balik ke kantor….Bos-bos lagi pada gak ada, jadi maen internet aja deh…He3..trus mampir ke gedung sebelah ngobrol ngalor ngidul sambil bergosyip seputar isu2 di kantor….

17.30 WIB Diskusi Bulan Ramadhan@Freedom Institute

Abis bubaran kantor, langsung cabut ke Jalan Irian No.8 Menteng, ada undangan diskusi di Freedom Institute sama Menteri Pertahanan (Juwono Sudarsono), Saiful Mujani (Direktur Eksekutif Lembaga Survei

Indonesia

), dan Ihsan Al-Fauzi (Mahasiswa Ph.D. Ohio State University)….Acara dibuka dengan buka puasa bersama (buka puasa ini cuma ritual aja, coz gw tau kok banyak yg gak puasa di situ, He3) terus dilanjutkan dengan diskusi…Pastinya di bulan puasa ini, diskusi ini memang mengangkat tema seputar Islam, tapi tergolong “Berat” namun tetep sangat menarik…Tema yang diangkat adalah “Rasionalitas Islam Radikal”

Diskusi dibuka dengan pemaparan Pak Juwono yang mengupas tuntas habis mengenai latar belakang akhirnya muncul pergerakan-pergerakan radikal kelompok-kelompok Islam, termasuk di dalamnya suicide terorism (terorisme bom bunuh diri).

Pak Juwono mencoba mengkaitkan kondisi ekonomi, di mana kemiskinan  di dunia ini ternyata menstimulus terjadinya pergerakan radikal yang timbul sebagai jalan pintas seseorang dari keputusasaan. Hal ini dicoba dikaitkan dengan pergerakan terorisme yang terjadi di

Indonesia

. Salah satu sintesis yang diungkapkan Pak Juwono di mana mengkaitkan dengan analogi clash Marx dan Neo Liberal, bahwa modernisme di suatu negara ternyata menciptakan kontradiksi-kontradiksi antara kaum borjuase dan proletar yang pada akhirnya muncul pergerakan radikal revolusioner dari kalangan proletar untuk menghancurkan sistem yang diciptakan kaum borjuase.

Di sisi lain, Saiful Mujani mencoba memaparkan dengan mengkaitkan teori Rasional Choice dengan pergerakan terorisme yang terjadi. Kesimpulan paparannya, bahwa seorang yang melakukan bom bunuh diri bukan orang yang gila ataupun tidak waras, pasti ada kalkulasi cost-benefit ketika dia melakukan hal itu. Yaitu, seberapa besar efek dari yang ditimbulkan dari bom yang diledakan dengan mengorbankan nyawanya, salah satunya adalah publisitas media tentang terorisme atau ancaman yang terjadi. Makanya, hal yang wajar jika seangkaian bom yang terjadi pasti di tempat yang cukup besar sorotan media, seperti Bali, JW Mariott, New York (WTC), dan London. Juga, serangkaian bom yang ada terjadi di negara-negara yang menganut sistem demokrasi….Kenapa? pastinya para teroris itu juga “Banci Tampil” dia hanya mau mem-Bom di negara di mana peran Pers dan Medianya sudah maju, jadi pemberitaan di dunia adalah salah satu motifnya.

S2020061

Pak Juwono Sudarsono (Menteri Pertahanan) lagi speak-speak…sebelah kanannya Saiful Mujani (Direktur Eksekutif Lembaga Survei

Indonesia

).

Selain itu, pergerakan Islam radikal di Indonesia sebenarnya hanya satelit dari sebuah pergerakan Islam radikal transnasional di belahan dunia yang lain, seperti pergerakan Salafi yang berpusat di Saudi Arabia, pergerakan Ikhwanul Muslimin yang dipelopori

PKS

yang berpusat di Mesir, pergerakan Syiah yang berpusat di Iran, dan Jamaah Tabligh yang berpusat di India. Dengan semakin banyaknya varian pergerakan Islam itu sendiri, terutama di Indonesia, maka istilah Samuel Huntington mengenai Clash of Civilization atau benturan antar peradaban akan menjadi kurang tepat, karena ternyata yang terjadi adalah sebuah Clash of Inter-Civilization atau benturan antar penduduk sipil di negara itu sendiri. Yang harus diwaspadai, bahwa suatu negara semakin terbuka dan demokratis, justru potensi munculnya pergerakan radikal semakin besar, karena ada banyak keterbukaan di

sana

, dan potensi publisitas yang besar.

Untuk para teroris Inget: Dare to Live, not Dare to Die….

22.00 WIB, Diskusi lanjutan@Mc Café, Sarinah, Thamrin

Setelah acara diskusi selesai, ternyata perut kembali lapar, kebetulan ada beberapa Asdos IE yang juga hadir (Firman & Chaekal) akhirnya kita memutuskan untuk nongkrong di Mc Café sambil melanjutkan diskusi seputar suicide terorism, Cuma diskusi semakin menarik dengan mencoba meng-eksplore dari empirical evidence dari sisi ekonomi berdasarkan pemikiran kita sebagai anak FEUI. Trus, diskusi tambah seru lagi dengan mencoba mengkaitkan analogi suicide terorism dengan keputusan seorang wanita yang pada akhirnya “Cinta Mati” sama seorang cowok, di mana sang wanita menjadi “paranoid” akibat putus cinta sama cowok itu. Pembahasan dimulai dari pake teori Rational Choice, Statistical Evidence, Cost-Benefit Analysis, sampe pada akhirnya membuka aib masing2 Ha3…….(Capek Deh).

Diskusi tambah seru coz kedatangan dua anggota baru (Luthfi dan Fajar)…..tapi jadinya ga diskusi deh malah berusaha membongkar aib masing2….terutama masalah kehidupan cinta…Halah, non-sense deh….

S2020068

Diskusi lanjutan@Mc Café Sarinah, Thamrin (Luthfi, Chaikal, Gw)

S2020069

(Fajar, dan Firman)

23.30 WIB, Solat Tarawih@Mesjid Al-Azhar

Sebagai muslim yang baik dan sadar ini masih bulan puasa, akhirnya kita memutuskan untuk solat tarawih bareng…Entah ide siapa akhirnya kita solat di Mesjid Al-Azhar, sebelum solat masih sempet-sempetnya berdebat tentang Islam fundamental dan Islam progresif….padahal intinya sebenarnya Cuma mau mutusin kita mau solat paket 23 atau 11 rakaat…susah memang kalo dunia ini isinya pemikir semua…

S2020071

Abis Solat Tarawih@Mesjid Al-Azhar (Firman, Gw, Chaikal)

Kamis, 5 Oktober 2006

01.00 WIB Nongkrong@Roti Bakar Eddy

Gak nyangka ternyata hari sudah berganti…udah hari kamis dini hari, padahal baju yang melekat di badan masih baju kemarin dan nanti pagi harus berangkat kerja…Tapi gw sih try to enjoy my life aja deh…

Selesai solat tarawih, kita semua pada laper lagi…akhirnya kita memutuskan makan di Roti Bakar Eddy….kalo udah nongkrong gini ga jauh2 deh sama namanya “diskusi” …gak bosen2nya…maklum deh kita2 memang doyan ngobrol dan diskusi, mencoba melontarkan ide2 liar yang selama ini Cuma nyangkut di dalam kepala….kapan lagi kan ketemu orang yang bersedia mendengarkan ide2 liar gw….coba sama orang yang tidak tepat, pasti komentarnya “Apaan sih Far?” atau “Plis deh, ngomong apa sih lo?” atau “Duh, berat amat sih mikirnya?” atau “Ya..ya..ya..!” atau “Au ah, pusiiiing!” atau “Lo udah gila ye?” atau “Dasar Freak lo!” He3….Cucol deh gw….

S2020074

Nongkrong di Roti Bakar Eddy (Fajar, Chaikal, Firman, Luthfi, Gw)

03.00 WIB Sahur Bareng@Rumah Makan

Padang

Siang Malam, Margonda

Tadinya mau pada pulang, tapi berhubung udah jam makan sahur akhirnya kita makan sahur bareng deh….makan

padang

biar bisa tambah nasi sepuasnya….mentang2 baru pada gajian….Usut punya usut kita memutuskan buat yang punya gaji tertinggi yang traktir makan….dan yang sial kali ini adalah Chaikal…He3..

S2020075

Luthfi tepar dah gak kuat nahan ngantuknya

S2020077

Fajar yang mulai berhalusinasi (maklum gak pernah begadang&biasa hidup teratur)

S2020076

Gw & Firman yg masih bisa tersenyum (maklum biasa begadang) Chaikal ditinggal tidur di mobil……..

S2020078

Bill yang harus dibayar Chaikal…(Halah, ga seberapa lah buat lo Kal!)

04.00 WIB solat subuh@kos gw (Lambang Biru)

Abis sahur mampir ke kos gw buat solat subuh, setelah itu Fajar, Chaikal dan Luthfi pulang ke rumah. Firman tepar langsung tidur…….gw memutuskan mengetik diary gw ini di laptop supaya ga ktiduran yang berujung bablas dan kesiangan berangkat ke kantor.

06.30 WIB Go to the work (again!)

Pengennya sih tidur, berhubung takut bablas mending gw langsung jebret mandi dan siap2 back to the work lagi…..soal tidur bisa tidur di kereta. Lumayan 1 jam lebih tidur selama perjalanan Stat Depok Baru-Stat. Djuanda…….

08.00 WIB Ngantor lageeeeee!

Nyampe kantor rasanya mata gw BERAT banget…tapi coba mengerjakan sisa kerjaan yang ada….berhubung komputer gw jebol alias kebakar jadi mending tidur sejenak He3…Salahnya juga sih bagian IT-nya, setau gw Surat Memo buat perbaikan udah gw kirim 2 hari yang lalu…(Heh bagian IT, mana nih, repair my comp Please!)….

13.00 WIB

Dibangunin Pak Darwin, Heh bangun! Tidur mulu! Akhirnya bangun deh…eh ternyata ada jadwal ngajar jam 2 di kampus….langsung deh bikin slide dadakan buat ngajar. Trus cabut dari kantor….walopun diumpat dulu sama temen2 di kantor…”Udah tidur mulu, mau pulang cepet nih?” (Yeah, gw

kan

mw ngajar, lo jg

kan

tau!). Lagian juga bos2 lagi pada di luar

kota

, jadi mumpung ga ada order job githu loch!

14.00 WIB Ngajar Matek @ FEUI

Luckily gw datang On-Time, tapi berhubung gara2 masih ngantuk gw salah masuk kelas, harusnya A307 gw malah ngajar di A319a…Bodoh kau far! Akhirnya murid2 gw jadi korban menunggu stengah jam di A307….He3. Setelah nyadar salah kelas akhirnya baru deh gw ke A307….

17.30 WIB Main Futsal Indoor@The Balls

Selesai ngajar ternyata gw ada janji sama anak2 senat 05/06 main futsal bareng….pulang ke kos ambil sepatu, baju…..tapi lupa bawa celana pendek (Bodoh!). Berangkat ke The Balls, ternyata lumayan banyak yang datang….acaranya seru…lumayan 2 gol dari gw.

S2020081

Senaters 05/06 abis main Futsal @The Balls, Tanah Kusir

21.00 WIB Makan Bareng@Warung Tenda Bintaro Sektor 9

Setelah 2 jam main bola, perut keroncongan pula. Si Matt mengusulkan makan di tempat dia biasa nongkrong….Katanya sih deket….Tapi taunya jauhnya…Bintaro gitu loh..Matt.Matt..Tapi sudahlah..yang penting Makan….Karena lewat Tol, jadi yang udah gajian yang bayar Tol (sial, gw jadinya deh yang bayar). Acara makan yang seru…semua saling meledek siapa yang paling gembul makannya…pemenangnya adalah Ami..He3..

S2020089

Abis makan bareng@Warung tenda sektor 9 Bintaro

22.30 WIB Tiduuuuuuuuuur

Wah senangnya plus capeknya minta ampun….trus ada yang nanya…Far…Far…kapan lo tidurnya?

Ini juga mau tidur………gubrak terkaparlah gw di spring bed….What a great day!

Buka Puasa Senat Mahasiswa FEUI 05/06

October 7th, 2006 by bung-gaff

Sabtu 30, September 2006

Mungkin ini baru pertama kalinya lagi kita-kita sebagai anak Senat FEUI 05/06 ketemu lagi dan ngumpul setelah pembubaran senat di

Bali

. Kali ini buka puasanya diadain di rumah Renny Nurhasana (Bendum), tapi rumahnya yang di Lenteng Agung, biar lebih deket dari kampus dan rumah anak2 yang lain.

Acaranya lumayan seru, coz makan dan minum tanpa dipungut bayaran. Duit dari mana? Ya, duit sisa dari pembubaran di

Bali

. He3….tajir ternyata senat kita nih. Jadi sisanya sebagian dipakai buat pesen kaos yang akan dibagiin bulan Oktober ini. So, senaters…tunggu aja kabarnya di mana lo pada bisa ambil kaosnya….

Acara buka puasa ini ternyata banyak berbeda daripada tahun2 sebelumnya. Pastinya, beberapa pengurus sudah pada lulus, makanya diadain hari Sabtu supaya yang udah pada kerja tetep bisa datang….Acara pastinya dimulai dengan makan&minum, solat magrib, trus becanda sambil menanyakan kabar masing2….lagi ngapain? Sibuk apa? Gimana sama si itu? Kok kurusan? Yah seputar pertanyaan melepas kangen….

Acara kemudian dilanjutkan dengan solat isya bersama, di sela-sela sebelum solat tarawih diisi dengan acara Tausyiah dari Ibunya Renny, Ibu Lily Zakiyah Munir, yang kebetulan juga menjabat sebagai

Direktur

Eksekutif

Center

for Pesantren and Democracy Studies (CEPDES). Pastinya ibu ini sudah malang-melintang di berbagai belahan dunia untuk memberikan penjelasan mengenai dunia Islam di negara-negara lain. Intinya dia mencoba menyuarakan bahwa Islam merupakan ajaran yang membawa sebuah kebaikan dan tidak seperti perspektif yang terbentuk di kalangan Barat saat ini.

Tausiyah menjadi lebih seru karena berjalan dua arah dan ada diskusi di situ. Masalah yang diangkat adalah umat Islam saat ini yang masih belum bisa memperbaiki dimensi sosialnya dalam ber-Islam, jadi terkadang Islam hanya dikaitkan dengan ibadah saja, sedangkan untuk aspek sosialnya seringkali tidak tergarap dengan baik. Juga dalam diskusi itu diangkat juga seputar Islam ritual, yaitu ber-Islam hanya dari segi ritualnya saja, namun tidak berkorelasi positif dengan akhlak dan moral seseorang, ini merupakan penyakit berbahaya bagi perkembangan umat Islam itu sendiri.

Setelah Tausiyah selesai acara dilanjutkan dengan solat tarawih berjamaah. Setelah itu acara dilanjutkan dengan foto-foto, becanda, ngobrol-ngobrol, trus ada bagi2 cokelat dari Renny….

Setelah itu acara selesai, sebagian ada yang pulang, dan sebagian lagi masih betah ngumpul2…..

Tiba2 ada rencana baru, acara dilanjutkan dengan nonton midnite di Citos,….walopun bulan puasa kita “Tetep” butuh kegiatan hedon buat refreshing He3….Lumayan udah lama juga ga nonton ke bioskop…….Rombongan dengan satu mobil kijangnya Firdi dengan berjubelan belasan orang berangkat juga ke Citos, selama perjalanan berdebat soal film apa yg mau ditonton….akhirnya kita nonton YOU, ME

AND

DUPREE, ternyata walaupun Bulan Puasa malam minggu nonton midnite di Citos still “RAME” ……….Setelah nonton ada yang pulang, tapi ada sebagian yang sahur bareng di Rumah Makan Padang di Margonda…….Setelah itu gubrak….capek deh…tidur……tapi senang Huh….

Rasanya gw orang yang beruntung memiliki keluarga besar “Senat Mahasiswa FEUI 05/06” tercinta….yang selalu gw banggakan dan rindukan….Hiks2…Yes, We Are The Best SMFEUI Forever!!!!

Plis donk……..

October 1st, 2006 by bung-gaff

Plis donk…kalimat yang tepat mengomentari para pekerja bagian IT d kantor gw….Dengan semena2 memblokir semua jaringan situs yang berhubungan dengan chatting men-chatting, yahoo messenger, bahkan comment d-blog orang aja kagak bisa, apalagi friendster…….Oh God plis donk mas, gimana caranya gw bergaul di dunia maya…..memang kita pekerja robot apa…mana kerjaan jg by order mulu, deadline lagi deadline lagi, rapat lagi rapat lagi, ke gedung ini, ke gedung ono….Ketik C spasi D…jadi Capek Deh!

Yah setidaknya Yahoo Mail juga ga diblokir………